BMKG: Potensi Hujan Lebat 2-7 Januari di Jabodetabek, Puncak Musim Hujan Februari-Maret 2020

by -148 views

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat akan terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) hingga tujuh hari kedepan.

Hal tu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat rapat koordinasi banjir Jabodetabek di Kantor BNPB, Kamis (1/2/2020).

“Potensi hujan lebat 2-7 Januari di jabodetabek,” kata Dwikorita, dikutip dari situs BNPB.

Ia menjelaskan, rata-rata cuaca pada pagi harinya berawan, namun pada siang hingga malam hari menjadi hujan.

Meskipun sudah diprediksi, namun cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca.

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor serta angin kencang.

Sementara itu, Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengatakan, saat ini wilayah Pulau Jawa serta Bali telah memasuki musim penghujan.

Ia menjelaskan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2020.

“Puncak musim hujan kita prediksikan pada periode Februari-Maret,” tutur Miming dalam wawancara KOMPASTV, Rabu (1/1/2020) sore.

Namun demikian, dikatakan Miming, curah hujan pada bulan Januari nanti juga cukup potensial tinggi.

“Dan ini tentunya kondisi curah hujan ekstrem masih cukup potensial dari bulan januari kemduian bulan februari lalu Maret sebagai puncak musim hujan yang harus diwaspadai,” terangnya.

Artinya bahwa kejadian hujan dengan intensitas lebat itu akan lebih sering terjadi pada hari-hari di bulan tersebut.

“Jadi antara periode antara bulan februari hingga maret kejadian hujan lebat akan lebih sering terjadi,” jelas Miming.

Kepala BMKG, Dwikorita saat rapat rapat koordinasi banjir di Kantor BNPB menjelaskan, bahwa ada pergerakan aliran udara basah yang terjadi pada bulan Januari hingga pertengahan Februari 2020.

“Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020,” ungkap Dwikorita.

Adapun sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara.

Untuk mengantisipasi potensi bencana dari prakiraan cuaca ekstrem tersbut, BPPT menyatakan siap untuk membantu menanggulangi banjir besar akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Jabodetabek.

BPPT akan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk percepatan penurunan hujan dan mengarahkan ke wilayah lain.

Rencananya BPPT akan menurunkan hujan ke Selat Sunda atau Lampung, namun jika arah angin ke timur akan di turunkan ke waduk-waduk seperti Jatiluhur dan Jatigede.

Untuk membantu proses TMC tersebut BPPT bersama BNPB dan TNI akan mengerahkan 2 jenis pesawat yakni CN295 dan Casa.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...