Bidan dan Perangkat Desa Berzina di Hotel, Cinlok Gugus Tugas Covid-19, Alami Hal Ngeri

by -14,069 views

Sempat bikin heboh, Skandal perselingkuhan Bidan dan perangkat desa di Banyumas viral dan bikin heboh.

Pasalnya cinta pasangan yang bersemi di Gugus Tugas Covid-19 ini kepergok Berzina di Hotel oleh Suami sendiri. Terekam CCTV hingga digeruduk warga.

Kini Kabar Buruk membayangi keduanya dan terancam mengalami hal Ngeri ini.

Pasalnya si Perangkat Desa didatangi ratusan warga dan suasana kantor desa sempat memanas.

Selain keselamatan terancam oleh massa, dirinya juga harus bersiap kehilangan jabatannya sebagai perangkat desa.

Terancam dipecat dan akan dilaporkan ke Bupati. Cek kisahnya:

1. Cinlok Gugus Tugas Covid-19
Seorang warga RT 1 RW 1 Desa Pejogol, Diro (44) mengatakan jika kedekatan mereka berawal dari kerja bersama sebagai gugus tugas covid-19.

“Mereka tugas bareng sebagai gugus tugas covid-19 di tingkat desa,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (29/6/2020).

2. Kepergok Suami Bidan
Diro mengatakan perselingkuhan itu diduga terjadi pada awal bulan Juni lalu.

Dimana pada saat itu HR dan bidan desa BS diduga melakukan perselingkuhan di sebuah hotel di kawasan Baturraden.

Suami dari BS ini mengetahui perselingkuhan setelah petugas di hotel memberitahunya.

Mendapat informasi itu suami BS langsung menuju hotel dan memergoki keduanya.

Bahkan warga berani membuktikan dengan rekaman CCTV yang terpasang di hotel tersebut.

3. Perangkat Desa Diminta Mundur
Warga pun menggeruduk balai Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada Senin (29/6/2020).

Perangkat desa yang merupakan seorang Kaur Kesra, HR (40) diduga berselingkuh dengan bidan desa, BS (27).

Masyarakat desa setempat merasa resah dengan tindak perselingkuhan tersebut.

Pasalnya keduanya adalah sama-sama tokoh desa yang semestinya menjadi contoh.

Warga Desa Pejogol beramai-ramai mendatangi balai desa dan meminta perangkat desa tersebut mengundurkan diri dari jabatannya.

Warga meminta pelaku menulis surat pengunduran diri.

4. Komentar si Pelaku
Usai kepergok, keduanya melakukan mediasi, namun begitu, warga tetap menuntut jika HR untuk mundur dari jabatannya.

Dalam mediasi di hadapan warga di kantor balai desa, HR mengaku akan taat keputusan kepala desa.

“Saya tetap mematuhi administrasi jika memang diharuskan mundur ya mundur,” katanya HR.

Mediasi sempat memanas, bahkan satu truk regu dalmas dari Polresta Banyumas dikerahkan untuk menenangkan massa.

5. Kata Kades
Sementara, Kades Pejogol, Suwito mengatakan jika pihaknya tidak bisa langsung memutuskan terkait kasus ini.

Pihaknya mengaku permasalahan ini akan dilaporkan kepada bupati.

“Jadi nanti yang akan turun adalah tim inspektorat dan dinas-dinas terkait,” ujar Kades Suwito.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...