Berhenti Makan Makanan Ini Sekarang Juga, Karena Inilah Penyebab Utama Kanker

by

Kadang tak semua orang suka makanan sehat. Semua orang tahu makanan sehat sangat penting untuk tubuh. Namun, tak selamanya makanan sehat itu enak.

Makanan yang tidak sehat kadang lezat dan menggoda selera. Tak jarang itu membuat banyak orang menyukainya.

Makanan seperti burger, kentang goreng dan daging panggang jadi makanan favorit beberapa orang.

Makanan seperti itu sering mendapat tempat khusus dimata penikmat makanan. Padahal kita tahu konsumsi junk food itu tidak sehat dalam jangka panjang.

Kamu perlu tahu ada karbohidrat dan lemak. Ada kenyataan mengenai hot dog. Meski sering disebut hot dog, kuliner ini tidak serta merta selalu terbuat dari daging anjing.

Hot dog disebut makanan paling lezat. Namun, tahukah kamu bagaimana proses pembuatan hot dog?

Hidangan hot dog merupakan satu makanan yang populer di Amerika Serikat.

Sosis daging yang lembut dan lezat ini menyimpan rahasia dibalik pembuatannya. Hot dog kadang terdiri dari daging babi, daging sapi dan ayam.

Dilansir dari Wityfeed, hot dog dibuat dari sisa-saia steak babi, sapi ataupun ayam.

Jadi semua organ tubuh juga kadang dimasukkan. Kadang kepala, jantung, ataupun organ dalam hewan lainnya juga dimasukkan.

Langkah pertama pemuatan sosis adalah mengumpulkan bahan. Setelah itu potongan makanan ini dicincang menjadi tumpukan daging.

Daging kemudian kemudian dibentuk kecil-kecil.

Meski menjijikan, hal ini bukan bahaya kesehatan. Daging babi juga dengan proses yang sama.

Daging juga diberi air dan campuran rempah-rempah. Selain ada air juga ditambahkan sirup jagung. Akhirnya terbentuk adonan.

Adonan daging kemudian dihaluskan dan dubumbui. Inilah awal dari ancaman kanker.

Pengolahan ini yang meliputi berbagai proses pengasinan, pengawetan hingga fermentasi. Nah, hasil akhirnya ini yang berbahaya menurut American Cancer.

Menurut American Cancer makan 50 gram daging olahan setiap hari bisa meningkatkan risiko kanker sebesar 18 persen.

Lihat pembahasannya lewat YouTube di bawah ini.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...