Bentar Lagi Menikah, Mahasiswa Ini Malah Perkosa Tunangan Hingga Pingsan, Begini Akhirnya

by -557 views

Entah yang ada di pikiran seorang mahasiswa bernama Muhammad Wahyu Arya Pratama (21).

Meski bakal menikah beberapa bulan lagi, dia nekat dan tega memperkosa tunangannya sendiri di suatu rumah kosong.

Bahkan, aksi tersebut dilakukan Wahyu dengan terlebih dulu melakukan tindak kekerasan.

Akibatnya, warga Marga Tani, Kecamatan Jayaloka, Sumatera Selatan, ini ditangkap pihak kepolisian, Selasa (27/10/2020).

Ihwal penangkapan ini dibenarkan Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy.

Pelaku ditangkap setelah korban bersama orang tuanya melaporkan pelaku beberapa waktu lalu.

“Tersangka mengakui telah memperkosa korban atau tunangannya,” ungkap Efrannedy kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Peristiwa pemerkosaan terhadap tunangan ini terjadi pada Rabu (14/10/2020) lalu.

Saat itu, Wahyu datang ke rumah korban dan meminta izin kepada orang tua tunangannya itu untuk jalan-jalan.

Menurut ayah korban, Akbar, pelaku diizinkan lantaran sudah berstatus tunangan. Dia mengaku akan membawa putri Akbar tersebut jalan-jalan dan membeli soto.

“Kami kasih izin karena tersangka kan tunangannya. Kami tidak menyangka perbuatan itu dilakukan tersangka,” kata Akbar kepada wartawan.

Tapi di tengah jalan, Wahyu menghentikan kendaraan dan mengajak korban masuk ke suatu rumah kosong di kawasan Desa Ngestikarya, Kecamatan Jayaloka.

Namun, korban yang berinisial MSP (20) menolak ajakan itu. Tiba-tiba, Wahyu memaksa dan menarik tangan korban.

Dia kemudian mengangkat tubuh MSP dan menjatuhkannya ke lantai. Setelah itu, Wahyu membekap mulut korban dan memelintir tangannya hingga tak berdaya.

MSP sempat melawan dan coba melarikan diri. Namun Wahyu menghalaunya. Dia menarik baju dan rambut korban hingga kembali terjatuh dan tak sadarkan diri.

Saat itulah Wahyu mulai melancarkan aksi pemerkosaan terhadap tunangannya.

Tuntas melampiaskan nafsunya, Wahyu memulangkan MSP. Korban kemudian menceritakan tindak pemerkosaan yang dialaminya kepada orangtua.

Mereka pun langsung membuat laporan ke kantor polisi.

Kepada petugas, Wahyu mengakui perbuatannya akibat khilaf. Dia pun dijerat Pasal 285 KUHP. Wahyu kini terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Sumber: indozone.id

loading...
loading...