Benarkah yang Merayu Nabi Adam Agar Makan Buah Pohon Terlarang Adalah Hawa?

by

Dalam beberapa ceramah keagamaan baik di kota ataupun di desa seringkali kita dengar bahwa Hawa menjadi penyebab Adam dan dirinya dikeluarkan dari surga.

Mereka menyebutkan bahwa tabiat ‘penggoda’ sudah menjadi tabiat perempuan sejak nenek moyangnya. Sehingga timbullah stereotipe bahwa semua perempuan adalah penggoda. Benarkah demikian?

Setelah Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama dan memerintahkan seluruh makhluk untuk menyambut hormat kepada Adam dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada malaikat-malaikat, terciptalah Hawa yang kemudian dijadikan istrinya.

Pada saat Allah memerintahkan iblis dan malaikat untuk menyembah Adam, Iblis menolak untuk melakukannya. Seperti yang dinarasikan oleh Alquran dalam surat Al-Baqarah ayat 36:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika kami katakan kepada para malaikat, ‘sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali iblis: ia enggan dan takabbur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. al-Baqarah: 36)

Setelah Allah mengusir Iblis dari surga dan menempatkannya di neraka akhirnya mereka ditetapkan sebagai musuhnya manusia.

Maka sampai hari Kiamat Iblis akan selalu menggoda manusia untuk mengikuti godaannya agar menjadi pengikutnya dan turut bersamanya ke neraka.

Namun, pada saat Adam dan Hawa sedang berada di surga, Iblis sudah mencoba menggoda mereka untuk mendekati pohon yang telah Allah larang untuk didekati.

Tersebutlah dalam Alquran larangan tersebut setelah perintah Allah kepada malaikat dan Iblis.

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِين

“Dan kami berfirman, ‘hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim’.” (QS. Al-Baqarah: 35)

Lalu pada ayat berikutnya Allah menceritakan bahwa setan menggoda Adam dan istrinya untuk mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya.

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ

Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman, ‘turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan’.”

Imam At-Thabari dalam kitab tafsirnya yang berjudul Tafsir At-Tabari menukil pendapat Abu Jafar bahwa lafaz azalla bermakna istazalla yang berarti menggelincirkan.

Artinya menjatuhkan dalam kesalahan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran bahwa subjek (pelaku) dari perstiwa tersebut adalah setan.

Allah menyebutkan setan karena ialah yang menjadi sebab tergelincirnya Adam dan Hawa ke dalam sebuah kesalahan dan mengeluarkan keduanya dari surga.

Jelaslah  bahwa pernyataan beberapa penceramah yang menyebutkan bahwa penyebab keluarnya Adam dan Hawa adalah bukan karena rayuan dari Hawa, melainkan godaan dari setan.

Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dan petunjuk oleh Allah dalam memahami ayat-ayatnya. Aamiin.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...