Benarkah Doa Bisa Mengubah Takdir yang Telah Ditetapkan Allah? Ternyata Ini Kebenarannya

by

Doa-doa yang kita panjatkan adalah wujud penyerahan diri kepada Allah SWT atas semua persoalan yang kita hadapi.

Yakinlah bahwa doa akan mengubah takdir seseorang dari suatu takdir ke takdir yang lain, sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis berikut ini

لا يؤد القدر إلا بالدعاء ولا يزيد العمر إلا البر وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه

“Takdir yang akan menimpa seseorang tidak bisa ditolak kecuali dengan doa, umur seseorang tiada bertambah kecuali dengan melakukan kebaikan, dan rezeki (kebaikan) akan diharamkan kepada seseorang karena dosa yang dilakukannya.” (HR. Ibnu Majah & Tirmidzi)

Al-Mubarakfury dalam Tuhfatul Ahwazi mengatakan bahwa takdir merupakan sesuatu yang telah ditetapkan Allah Swt.

Pertanyaannya, jika takdir telah ditetapkan benarkah bisa berubah? Bukankah takdir seseorang telah ditetapkan ketika manusia berumur empat bulan di kandungan?

Menurut penulis kitab syarah sunan Tirmidzi itu, ketetapan Allah itu ada dua macam yaitu qadha dan qadr.

Dalam bahasa Indonesia, keduanya memiliki makna yang sama yaitu takdir.

Sementara dalam bahasa arab keduanya mengandung makna berbeda.

Qadha adalah ketentuan Allah yang sudah ditetapkan atas perkara yang telah terjadi, ia merupakan iradahAllah yang bersifat azali (tidak bisa berubah).

Sementara Qadr disebut juga Qadha ghaira mubram yakni takdir yang bisa berubah atau qadha muallaq yakni takdir yang diikuti sebab. ini adalah takdir yang belum terjadi dan masih bisa diubah, salah satunya dengan doa.

Keterangan tersebut juga dijelaskan oleh Imam Manawi dalam Faidhul Qadir. Penjelasan ini juga terkait dengan firman Allah berikut ini

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).” (QS. ar-Ra’d; 39)

Maka Allah Swt kuasa untuk mengubah takdir seseorang jika Dia menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Dia bisa saja memanjangkan umur seseorang sebab amal baiknya, seperti silaturrahim.

Untuk itu, perbanyaklah doa kepada-Nya, jika Ia berkehendak maka segalanya bisa menjadi mungkin.

Bahkan mungkin musibah yang menanti akan tertolak dan diganti dengan takdir lain sesuai dengan doa yang kita panjatkan. Inilah pemahaman yang harus kita miliki.

Wallahu’alam.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...