Begini Tata Cara Shalat Idul Fitri

by -792 views

setiap muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri dan melaksanakan shalat ‘Ied. Mungkin ada di antara kita yang tidak mengetahui dan tidak memahami tata cara shalat dan bacaannya, hanya mengikuti imam dan jamaah lainnya. Berikut ini tata caranya shalat ‘Ied yang perlu diketahui.

1. Niat kemudian takbiratul ihrom

أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ الفِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَي

2. Kemudian bertakbir sebanyak 7 kali takbir

Takbir yang dilakukan -selain takbiratul ihrom- adalah takbir tambahan sebelum memulai membaca Al Fatihah.

Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”

3. Kemudian berdzikir di antara takbir

Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.” Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,

سُبْحَانَاللَّهِوَالْحَمْدُلِلَّهِوَلَاإلَهَإلَّااللَّهُوَاَللَّهُأَكْبَرُ . اللَّهُمَّاغْفِرْلِيوَارْحَمْنِي

“Subhanallah wal hamdulillah wa  laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).”

Penting untuk diingat, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh membaca bacaan lainnya asalkan berisi pujian pada Allah Ta’ala.

4. Kemudian membaca surat Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya

Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua.

Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab,

كَانَيَقْرَأُفِيهِمَابِ (قوَالْقُرْآنِالْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِالسَّاعَةُوَانْشَقَّالْقَمَرُ)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- يَقْرَأُفِىالْعِيدَيْنِوَفِىالْجُمُعَةِبِ (سَبِّحِاسْمَرَبِّكَالأَعْلَى) وَ (هَلْأَتَاكَحَدِيثُالْغَاشِيَةِ) قَالَوَإِذَااجْتَمَعَالْعِيدُوَالْجُمُعَةُفِىيَوْمٍوَاحِدٍيَقْرَأُبِهِمَاأَيْضًافِىالصَّلاَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.

5. Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku’, i’tidal, sujud, dan seterusnya).

6. Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

7. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

8. Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

9. Mengerjakan gerakan shalat seperti biasa hingga salam.

Wallahu’alam.

Semoga bermanfaat.

Sumber: ummi-online.com

No More Posts Available.

No more pages to load.