BARU TERUNGKAP Detik-detik Thoriq Hilang sampai Ditemukan Meninggal di Ultahnya

by -10,731 views

Detik-detik Thoriq Rizki Maulidan (15) sampai hilang hingga ditemukan meninggal dunia dua minggu kemudian di Gunung Piramid, Bondowoso akhirnya terungkap.

Pungky Filzah Pranata, teman Thoriq saat mendaki mengaku tidak menyangka Thoriq jatuh karena dia tidak mendengar teriakan dan bunyi apapun saat mereka turun.

Padahal saat itu, posisinya berada di belakang Thoriq saat turun bukit.

Pungky pun menceritakan saat-saat sebelum nahas itu terjadi.

Jumat (21/6/2019), dia bersama Thoriq dan dua temannya Syafril serta Rizki janjian untuk mendaki.

“Saya yang janjian hari Jumat itu bareng mereka. Akhirnya setuju naik hari Minggu (23/6/2019),” kata Pungky.

Setelah sepakat untuk naik ke Bukit Piramid kawasan Gunung Argopuro, ketiga pelajar tersebut berangkat mendaki Minggu (23/6/2019).

“Kami berangkat pukul 07.00 dan tiba di tempat parkir motor sekitar pukul 07.30,” kata dia.

Mereka berempat akhirnya memulai pendakian di Bukit Piramid, dan baru tiba di Pos Dua sekitar pukul 11.30.

“Perjalanan sekitar empat jam ke Pos Dua, itu pun sudah dengan istirahat,” ungkap Pungky.

Setelah beristirahat, pukul 14.00 WIB mereka kembali melanjutkan pendakian.

“Kami tiba di Punggung Naga, jalur pendakian sekitar pukul 15.30 WIB. Lalu istirahat lagi,” kata dia.

Dari empat remaja tersebut, hanya Syafril yang memilih istirahat di Punggung Naga lantaran kecapekan.

“Akhirnya saya, Rizki, dan Thoriq melanjutkan perjalanan ke puncak Bukit Piramid, dan tiba di sana (puncak) pukul 16.00 WIB,” kata Pungky.

Cuaca yang saat itu sedang tidak bersahabat membuat tiga remaja ini memilih turun dari puncak Bukit Piramid.

“Paling sekitar 10 menit berada di atas dan akhirnya kami bertiga turun. Tadinya mau lihat sunset di atas puncak,” kata dia.

Saat ketiganya turun, Thoriq berada paling depan, sedangkan Pungky di tengah, dan Rizki paling belakang.

“Saya saat itu masih melihat Thoriq ada di depan saya dan berjalan agak ngesot karena jalur yang curam. Saya turun dengan posisi merangkak membelakangi Thoriq,” ujar dia.

Pungky baru menyadari Thoriq hilang saat akan tiba di bawah dan bertemu dengan Syafril.

“Saya kira Thoriq sudah tiba dulu karena dia di depan saya. Begitu saya tanya Syafril, katanya Thoriq belum tiba,” ungkap Pungky, dengan tatapan sedih. Akhirnya, Pungky bersama Syafril dan Rizki melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam.

“Saya tiba di Punggung Naga sekitar pukul 16.30. Saya dan teman-teman lalu mencari dan terus manggil Thoriq, tapi tidak ada jawaban. Saya juga tidak menyangka jika Thoriq jatuh karena tidak ada teriakan dan bunyi apa-apa saat kami turun,” kata dia.

Sekitar pukul 17.30, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk turun karena kondisi sudah malam.

“Saya akhirnya turun dan tiba di parkiran pukul 19.00 WIB,” ujar dia.

Ditemukan di Hari Ulang Tahun
Thoriq Rizki Maulidan dinyatakan hilang sejak 23 Juni 2019 di Gunung Piramid Bondowoso dan proses pencarian pun sempat dilakukan sebelum resmi ditutup pada 30 Juni 2019.

Tim relawan yang masih menyanggupi untuk terus melakukan pencarian dengan alasan kemanusiaan kemudian berhasil menemukan Thoriq Rizki Maulidan di jurang Gunung Piramid Bondowoso dalam kondisi tak bernyawa.

Siswa SMP berusia 14 tahun, Thoriq Rizki Maulidan dinyatakan hilang di Gunung Piramid Bondowoso selama 12 hari setelah sebelumnya mendaki bersama 3 orang temannya.

Empat orang siswa SMP termasuk Thoriq Rizki Maulidan melakukan pendakian menuju puncak Gunung Piramid pada Minggu (23/6/2019) pukul 05.00 WIB.

Semula Thoriq Rizki Maulidan naik menuju puncak bersama tiga orang rekannya.

Sebelum sampai puncak, satu rekan Thoriq Rizki Maulidan memilih turun karena tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Korban kemudian melanjutkan pendakian bersama dua orang rekannya namun tidak sampai ke puncak.

Mereka pun kembali ke bawah dengan berlari. Seorang saksi pendaki lain melihat dua teman korban berlari sambil memberi peringatan jalur di atas licin.

Thoriq menuruni gunung dengan posisi mendahului kedua temannya sehingga dua teman Throiq Rizki Maulidan tersebut turun tanpa keberadaan korban.

Ketika dua temannya sudah mencapai kaki gunung, keduanya ternyata tidak melihat keberadaan Thoriq.

Kawan-kawan Thoriq pun melapor pada warga setempat bahwa korban menghilang, malam harinya wargapun melakukan pencarian bersama tim SAR.

Pencarian atas hilangnya Thoriq Rizki Maulidan langsung dilakukan pada malam harinya oleh tim SAR dibantu warga setempat.

Hingga 7 hari pencarian tak kunjung ditemukan, proses pencarian Thoriq Rizki Maulidan sempat dinyatakan ditutup oleh Tim SAR tepatnya pada 30 Juni 2019.

Kemudian Tim SAR Susulan Wanadri ingin tetap melakukan misi pencarian atas dasar kemanusiaan dan masih memiliki harapan dapat menemukan korban.

Tim SAR Susulan Wanadri dan Tim SAR Gabungan lantas berupaya meminta izin kepada keluarga korban dan instansi pemerintah terkait untuk tetap melakukan pencarian sampai ditemukan.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...