Banyak Harta, Kenapa Miliarder Malah Pilih Hidup Sederhana?

by -121 views

Bagi miliarder Warren Buffett dan Mark Zuckerberg, persoalan uang sepertinya tak pernah menjadi kendala.

Apa pun yang mereka inginkan bisa diwujudkan dengan mudah. Bagaimana tidak, mereka masuk ke dalam daftar orang paling kaya di dunia dengan kekayaan lebih dari US$ 50 miliar.

Akan tetapi, meski punya kekayaan menggunung, orang-orang ini justru punya kebiasaan untuk hidup hemat dan sederhana.

Mereka tidaklah tinggal di rumah super mewah bak istana. Setiap hari, baju yang dipakai pun jauh dari embel-embel merek fashion ternama.

Lalu, mengapa miliarder terkaya dunia justru lebih memilih menjalani hidupnya bak orang biasa?

Dosen University of Georgia dan penulis buku laris The Millionaire Next Door, Thomas Stanley, menjelaskan setidaknya ada tiga alasan di balik kebiasaan hidup sederhana para miliarder ini.

1. Dibesarkan di Lingkungan Yang Sederhana Dan Bersahaja
Kebiasaan hemat dan anti menghambur-hamburkan uang para miliarder ternyata berasal dari keluarga dan lingkungan tempat mereka dibesarkan.

Stanley mengungkap, sebagian besar miliarder ini berasal dari keluarga kelas menengah. Sejak kecil, mereka juga dididik untuk bisa bijak membelanjakan uang.

“Banyak orang kaya menuturkan pada saya bahwa mereka tidak pernah malu dengan gaya hidup yang mereka miliki. Ini justru berkebalikan dengan orang-orang di luar sana yang mementingkan gengsi,” tutur Stanley.

2. Mereka Mengerti Arti Kekayaan
Bagi para miliarder di luar sana, punya banyak harta tidak berarti menjadikan Anda seorang orang kaya.

Stanley menjelaskan, miliarder ini tahu betul kekayaan jumlah besar yang didapat tidak akan bertahan lama apabila dihambur-hamburkan percuma.

“Untuk itu, miliarder lebih memilih untuk menginvestasikan uang atau menggunakan lebih dari separuh hartanya untuk kepentingan yang lebih utama,” Stanley mengungkapkan.

3. Dipengaruhi Lingkungan Pekerjaan
Menurut Stanley, orang kaya yang cenderung hidup sederhana biasanya berasal dari kalangan pendidik, insinyur, pemilik bisnis kecil, hingga pengusaha agribisnis. Kebiasaan untuk berhemat ini datang dari budaya kerja mereka.

Orang yang berprofesi sebagai artis, pengacara, atau bos besar memiliki tekanan untuk selalu tampil prima dan menyandang status sosial tinggi.

Itulah mengapa mereka juga sering membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pribadi dan barang-barang bermerek.

Akan tetapi, bagi mereka yang bekerja sebagai insinyur atau tenaga pendidik, tidak ada tekanan untuk selalu tampil menawan.

Alhasil, kebanyakan dari mereka lebih memilih menginvestasikan uangnya untuk keperluan yang lebih penting.

Sumber: liputan6.com

loading...
loading...