Bangun dari Koma Selama 24 Jam, Pria Skotlandia Ini Tiba-tiba Hanya Bisa Berbicara Bahasa Malaysia

by

Seorang pria bernama Fraser Watt tiba-tiba terbangun dari koma selama 24 jam setelah kecelakaan mengerikan.

Dia mengemudikan mobil pada suatu malam pada tahun 1983, kemudian ada sebuah traktor yang ditarik di depannya.

Meski mengenakan sabuk pengaman pada saat tabrakan, kepalanya membentur kaca depan mobil dan membuatnya mengalami cedera serius.

Akibat cedera itulah Fraser Watt mengalami koma dan baru terbangun setelah 24 jam kemudian.

Uniknya, pria 60 tahun tersebut hanya bisa berbicara dengan Bahasa Malaysia, kepada mereka. Tentu hal itu membuat perawat kebingungan.

Seperti dilansir dari Dailymail pada Kamis (28/3/2019), Fraser bisa berbahasa China dan Melayu karena dia dibesarkan di Kalimantan.

Lalu, keluarganya pindah ke Skotlandia karena tugas pekerjaannya.

Namun, saat kecelakaan tersebut terjadi, Fraser sudah tinggal di Skotlandia selama 20 tahun.

Dia mengatakan, “Semua orang tercengang ketika saya berbicara bahasa melayu, karena saya memang fasih berbahasa melayu sejak 19 tahun sebelum kecelakaan.”

Akibat hal tersebut, dokter tidak bisa mengetahui apa yang diakatannya.

Sehingga ibunya harus menterjemahkan ucapan Frasser kepada dokter, sampai bahasa Inggrisnya pulih.

Selain kondisi unik yang dialami Fraser, dia juga kehilangan beberapa ingatannya dan membuatnya mengingat secara acak.

Misalnya dia hanya mengingat bagian tertentu dalam hidupnya.

Juga, dia mengalami sakit kepala yang menusuk setiap hari akibat cedera yang dialaminya pasca kecelakaan.

Karena kondisinya tersebut, orang-orang berpikir dia bodoh karena secara fisik dia tidak memiliki tanda kecacatan.

“Perjuangan terbesar, adalah karena saya terlihat baik-baik saja sehingga orang menganggap saya bodoh, karena ingatan saya,” katanya.

“Atau mereka hanya tidak memiliki kesabaran sementara aku berjuang untuk mengingat ingatan atau mengartikulasikan pikiran,” tambahnya.

Watt menambahkan, “Selain itu, saya telah belajar betapa kuatnya saya sebenarnya dan bagaimana cara bertahan hidup dengan apa pun yang menghadang saya.”

Dia berbicara tentang pengalamannya yang aneh di pembukaan basis baru untuk amal cedera otak yaitu kelompok yang didirikannya di Edinburgh Headway.

Badan amal ini bertujuan untuk ‘memberdayakan dan memperkaya kehidupan orang dewasa yang selamat dari cedera otak yang didapat’ melalui program rehabilitasi.

Sumber: intisari.grid.id

Loading...
loading...
loading...