Apakah Uang Lebaran Anak Bolehkah Diambil Orang Tua?

by

Bagi-bagi uang Lebaran mungkin jadi momen yang paling dinantikan oleh anak saat Idul Fitri.

Anak senang karena dapat uang jajan ekstra, apalagi kalau uangnya masih ‘baru’ dan jumlahnya cukup besar. Mereka dengan bangga memegangnya atau menyimpan dalam tas kecil mereka.

Ada juga, orang tua yang mengambil atau menyimpan uang Lebaran anak-anaknya. Alasannya bisa beragam.

Misalnya takut uang hilang karena anak belum pandai menyimpannya, anak belum mengerti nilai uang atau jumlah uang Lebaran dianggap terlalu besar untuk anak.

Tapi sebenarnya bijak-kah bila kita melakukan hal ini? Bolehkah orang tua mengambil uang Lebaran anak?

“Ya enggak boleh, dong. Justru angpau lebaran bisa jadi sarana pendidikan finansial buat anak,” ujar, Alzena Masykouri, Psikolog dari Sentra Tumbuh Kembang Anak Kancil, saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (4/6).

Alzena mencontohkan bila anak mendapat uang Lebaran, maka langkah pertama yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah usia si kecil.

Bila usianya sudah memungkinkan untuk membuat kesepakatan, maka buatlah kesepakatan terlebih dahulu dengan anak hendak digunakan untuk apa uang Lebaran yang diperolehnya tersebut.

Misalnya sebagian boleh digunakan untuk belanja kebutuhannya, sebagiannya untuk beramal, dan sebagiannya lagi ditabung di dalam rekening miliknya bila sudah memiliki tabungan sendiri di bank.

Namun, bila si kecil belum memiliki rekening sendiri, maka jadikan kesempatan ini sebagai momen agar Anda membuatkan-nya rekening miliknya sendiri. Supaya uang Lebaran didapatnya, bisa langsung segera ditabung,

Di bawah ini Alzena menjelaskan tahapan-tahapan keterampilan finansial yang harus dimiliki oleh anak sesuai usianya, Moms.

Usia 2 Tahun
Pada usia ini anak sebaiknya sudah mengenal istilah uang, tahu bentuk uang, mulai tahu fungsi uang misalnya seperti untuk membeli, menabung dan beramal.

Usia 3 Tahun
Seiring usianya bertambah, ia mulai mengenali mata uang, tahu bahwa uang berharga, mengetahui nilai uang, melakukan proses transaksi sederhana tanpa menghitung, dan mampu belajar menabung dalam jangka waktu yang singkat.

Usia 6 Tahun
Anak usia 6 tahun sudah sebaiknya sudah mengenali nilai uang, mengetahui mana yang lebih besar, paham transkasi menggunakan uang, bisa merencanakan pembelian, berlatih membagi pos keuangan, berlatih membagi pos, dan belajar membedakan keinginan dan kebutuhan.

Pada usia ini anak juga sudah bisa belajar menunda dan melakukan pertimbangan, memiliki rekening untuk pos tabungan, serta sepakat aturan penggunaan uang dengan bimbingan orang tua.

Usia 10 Tahun
Anak sudah terampil melakukan transaksi dan berhitung, melakukan perencanaan sederhana, mengelola uang saku mingguan, mulai belajar mengenai tujuan finansial, dan bertanggung-jawab atas keputusan finansial.

Usia 12 Tahun
Anak sudah mampu mengelola uang saku bulanan dan memiliki rekening operasional, selain rekening tabungan, tahu proses dan bisa menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran.

Sumber: kumparan.com

Loading...
loading...
loading...