Apakah Makan Membatalkan Wudhu’? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

by

Ulama berbeda pendapat tentang status makan daging onta, apakah makan membatalkan wudhu ataukah tidak.

Mari kita bahas bersama apakah makan membatalkan wudhu atau tidak? Menurut pandangan islam.

Para ulama sepakat bahwa wudhu menjadi batal jika keluar kencing, tapi apakah makan membatalkan wudhu?

Dan bagaimana hukumnya. Banyak orang bertanya terkait hadist-hadist yang menjelaskan tentang hal yang membatalkan wudhu.

Saya dalam kondisi berwudhu, dan makan sedikit kue. Kemudian langsung menunaikan shalat tanpa membersihkan mulut.

Apakah shalat saya sah atau tidak? Banyak orang yang masih dibingungkan dengan hal yang membatalkan wudhu, salah satunya adalah makan setelah wudhu.

Pertanyaan tentang makan dan minum bisa membatalkan wudhu banyak kita mendengarnya di masyarakat.

Namun, beberapa orang ada yang berpendapat boleh dan ada yang berpendapat tidak. Nah, disini kita akan membahas apakah makan membatalkan wudhu? Mari kita simak bersama-sama.

Jika hendak mendirikan salat wajib berwudhu untuk menghilang hadas kecil. Beberapa ulama kita berpendapat jika makan sesudah wudhu tidak membatalkan wudhu.  Makan dan minum setelah wudhu lalu salat boleh saja.

Karena tidak membatalkan wudhu dan sah salatnya, kecuali jika kita mengeluarkan angin dari dubur, keluar sesuatu dari kemaluan, bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, serta tertidur pulas setelah wudhu, harus berwudhu kembali jika hendak melaksanakan salat.

Memahami Tentang Makna Wudhu
Jadi wudhu sendiri sebenarnya syarat sahnya shalat, baik itu shalat sunah maupun shalat fardhu.

Nah, fungsi dari wudhu itu untuk menghilangkan hadas kecil saja, karena untuk hadas besar kita perlu melakukan mandi wajib.

Untuk caranya sendiri, wudhu bisa dilakukan dengan menggunakan air maupun tayamum dengan debu apabila berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan air.

Seperti apa yang disebutkan dalam Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Surah Al-Maidah ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

Dalam prakteknya, banyak orang yang menanyakan apakah makan membatalkan wudhu? Apakah kita perlu melakukan wudhu lagi jika kita makan atau minum?

Jadi itu pertanyaan yang umum ditanyakan dan untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya perhatikan penjelasan lengkap berikut ini.

Lantas Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad:

Sumber: mediaislamupdate

Loading...
loading...
loading...