Ancaman Gempa Bumi di Bali dan Nusa Tenggara, Magnitudo 8,8 dan Berpotensi Tsunami 15 Meter

by -212 views

Masyarakat Pulau Bali dan Nusa Tenggara dihimbau untuk tetap waspada, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa ada potensi gempa bumi dengan Magnitudo mencapai 8,8 dan berpotensi tsunami.

Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Dr Aam Abdul Muhari, dalam rapat kerja yang dipimpin Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur Bali, pada Jumat (9/10).

Aam menjelaskan bahwa pusat gempa bumi tersebut berpusat di selatan Pulau Bali dan Nusa Tenggara.

“Kita punya ancaman di selatan Bali, di Bali ada zonanya yang beberapa lama tidak ada gempanya, sehingga ada potensi selatan Bali dan Nusa Tenggara itu potensi magnitudo 8,8,” ucap Aam dikutip dari ANTARA.

Aam juga mengatakan hal tersebut perlu diwaspadai, pasalnya gempa bumi sudah pernah beberapa kali terjadi di selatan Pulau Bali.

“Ini patut diwaspadai karena gempa magnitudo 5 sampai 6 di selatan Bali sudah beberapa kali terjadi,” lanjutnya.

Menurut Aam, jika gempa bumi itu terjadi, maka dampaknya akan sangat parah di daerah Nusa Dua dan Kuta, Kabupaten Badung, dan Sanur, Kota Denpasar.

“Bali itu kan ada lehernya di sebelah selatan, dan lehernya bisa terendam dari sisi kiri dan kanan, tinggi tsunami di darat sekitar 4 hingga 15 meter,” ucapnya.

Parahnya lagi di kawasan Kabupaten Badung banyak jalan yang tegak lurus dengan pantai, dan jalan ini dikelilingi rumah, sehingga ketika air tsunami masuk ke jalan itu maka gerakannya akan lebih cepat.

Selain potensi gempa bumi dari selatan Pulau Bali, Aam mengatakan Pulau Bali juga memiliki ancaman terkena imbas gempa bumi yang dahsyat dari segmen Jawa Barat dan selatan Jawa Timur.

“Kalau itu pecah secara bersamaan, potensi magnitudo gempanya bisa 9,1, seperti halnya gempa di Aceh Tahun 2004,” ujarnya.

Aam juga menjelaskan mengenai durasi gempa, ia mengatakan bahwa jika gempa bumi terjadi lebih dari 20 detik, masyarakat perlu sangat berhati-hati dan segera mengevakuasi diri, karena hampir dipastikan gempa bumi dengan durasi lebih dari 20 detik tersebut berpotensi tsunami.

Karena biasanya gempa bumi yang tidak berpotensi tsunami hanya memiliki durasi kurang dari 10 detik.

“Jadi penting untuk paham sekiranya merasakan gempa lebih dari 20 detik, maka kita harus evakuasi. Biasanya jika gempa tidak diiringi tsunami itu pelepasan gempanya kurang dari 10 detik. Kalau gempa terus hingga 20 detik itu hampir pasti diiringi tsunami,” jelasnya.

Aam menambahkan, jika melihat kondisi populasi penduduk yang sudah padat di kawasan selatan Pulau Bali, maka tempat evakuasi harus banyak, mudah diakses dan kelihatan.

“Ketika gempa terjadi siang hari, lampu lalu lintas pasti tidak nyala sehingga akan menimbulkan kemacetan dan tidak bisa melakukan evakuasi,” tambahnya.

“Kalau pengalaman di Jepang, di setiap perempatan ada jembatan penyeberangan yang dijadikan tempat evakuasi sementara, sehingga ketika ada kemacetan, bisa naik ke jembatan penyeberangan tersebut,” pungkas Aam.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus diingatkan selalu pada masyarakat.

“Suka tidak suka, senang tidak senang, negara kita memiliki ancaman risiko bencana tertinggi di dunia,” ucapnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

loading...
loading...