Anak 4 Tahun Tewas Terlempar Dari Lantai 14 Saat Ayah dan Ibunya Bertengkar Hebat

by -768 views

Seorang anak berusia 4 tahun tewas sia-sia saat pertengkaran orangtuanya.

Dikabarkan China Press, anak yang tak disebutkan namanya ini dinyatakan meninggal saat terlempar dari lantai 14 rumahnya.

Anak lelaki malang tersebut menjadi korban pertengkaran ayah dan ibunya.

Pada laman tersebut menyebutkan kejadian nahas tersebut terjadi pada 30 Desember 2019, pukul 4 sore waktu setempat.

Saat itu, pasangan suami istri asal Anhui China sibuk bertengkar hebat.

Pada pertengkaran hebat tersebut, wanita itu meraih putranya. Ia mengancam untuk bunuh diri.

Sang istri mencoba melompat keluar dari jendela untuk terjun bebas. Namun suaminya terus berusaha menghentikan aksi pasangannya.

Pria tersebut mengulurkan tangan untuk hentikan aksi bunuh diri istrinya.

Pria tersebut pun berhasil menarik kembali istrinya kembali ke kamar.

Namun sayang, aksi penolongan pria tersebut justru membuat istrinya tak sengaja melepaskan putranya.

Bocah malang tersebut pun terlempar jatuh dari lantai 14. Setelah kejadin tersebut, pasutri ini langsung menghubungi ambulans atau tim medis.

Tim medis yang datang berusaha menyelamatkan bocah malang tersebut. Sayangnya, bocah tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.

Menurut keterangan tetangga, mereka juga mendengarkan pertengkaran antara suami istri tersebut di hari bocah tersebut tewas.

Menurut laporan, anak berusia 4 tahun itu biasanya dirawat oleh sang nenek. Kini polisi setempat tengah menyelidiki kasus tersebut.

Nyawa melayang sia-sia juga sempat terjadi pada anak sekolah yang terus merasa bersalah saat ambil ponsel di ruang guru.

Dilansir Sin Chew Daily, Kamis (19/12/2019), siswi sekolah menengah pertama (SMP) dari Tiongkok terserbut bernama Xiao Huan.

Xiao mengakhiri hidupnya dengan lompat dari jendela kamar. Diketahui, dia tinggal di bangunan bertingkat lantai sembilan.

Kejadian naas tersebut terjadi pada 2 September 2019. Kini, orang tua korban membagikan pesan terakhir putrinya.

Dikutip dari World of Buzz, Xiao ternyata sempat meninggalkan pesan sebelum bunuh diri.

Surat tersebut ditujukkan kepada kedua orang tua Xiao. Xiao menuliskan jika orang tuanya pasti menyesal telah membesarkan dia.

Gadis berusia 15 tahun tersebut juga menuliskan salam selamat tinggal.

“Ayah dan ibu, kalian seharusnya tak membesarkan saya

Kalian akan menyesal memiliki saya di masa depan.

Saya tak pernah menginginkan ini.

Selamat tinggal !” tulis Xiao Huan dalam catatan terakhirnya.

Dilansir laman yang sama, dalam catatan tersebut Xiao juga menuliskan jika dia merasa bersalah karena telah mencuri ponsel dari kantor guru di sekolahnya.

Memang kepergian Xiao Huan terjadi setelah sekolahnya digegerkan oleh pencurian ponsel.

Ibu Xiao menerima telepon dari guru kelas dan mengatakan jika putrinya didapati mencuri ponsel.

Guru kelas menyebut jika Xiao mengambil ponsel sitaan di ruang guru.

Xiao juga sudah didesak untuk mengakui perbuatannya, tapi dia selalu saja mengelak.

Mendengar kabar tersebut, ibunda Xiao bergegas ke sekolah putrinya.

Setelah diinterogasi, Xiao akhirnya mengakui perbuatannya. Ia pun meminta maaf kepada guru.

Kemudian di hari yang sama pukul 14.20, ibu Xiao pergi meninggalkan putrinya di rumah sendirian.

Sang ibu harus bekerja. Namun, dia sangat gelisah saat pulang bekerja.

Tak ada suara dari dalam kamar Xiao. Sang ibu terus mengetuk pintu namun tak ada jawaban.

Ia pun memanggil suaminya untuk segera pulang. Ketika mereka memaksa masuk, mereka tidak menemukan Xiao Huan.

Mereka justru temukan jendela kamar yang terbuka.

Jendela kamar Xiao Huan

Saat melihat keluar jendela, keduanya lantas menemukan putri mereka di tanah.

Putrinya sudah tak bernyawa bersimbah darah. Keduanya bergegas ke kantor polisi untuk membuat laporan.

Jendela kamar Xiao Huan

Setelah kematian Xiao, teman satu kelas putrinya baru membeberkan cerita sebenarnya.

Ternyata Xiao diminta teman-temannya untuk ambil ponsel sitaan di ruang guru.

Ia hanya membantu temannya karena dia sangat baik.

Potret Xiao Huan

Dan kebetulan hanya Xiao satu-satunya siswa yang dapat memasuki ruang guru dengan bebas.

Ibu Xiao Huan percaya jika putrinya tak berniat mengambil ponsel tersebut untuk dirinya.

Namun orang tua Xiao tak percaya jika putrinya mengakhiri hidupnya hanya karena hal itu saja.

Mereka tetap meminta pihak kepolisian untuk terus melakukan investigasi.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...