Alami Penyumbatan Arteri? Ternyata Puasa Dapat Mengatasinya Lho!

by

Puasa nampaknya dapat memberikan beberapa manfaat yang sungguh baik bagi kesehatan.

Secara harfiah, puasa didefinisikan sebagai pantangan untuk makan dan minum selama periode tertentu.

Orang yang berpuasa juga memiliki beberapa alasan untuk melakukannya.

Misalnya untuk alasan praktik keagamaan, menurunkan berat badan, membersihkan racun, atau mengobati kondisi medis tertentu.

Puasa Intermiten
Puasa intermiten merupakan pengaturan pola makan yang menerapkan siklus puasa, alias makan hanya di jangka waktu tertentu dalam sehari.

Beberapa metode puasa intermiten yang umum adalah sebagai berikut:

1. Metode 16/8
Ini adalah metode puasa selama 16 jam setiap hari.

Metode ini melibatkan puasa setiap hari selama 14-16 jam.

2. Makan-Berhenti-Makan
Ini melibatkan puasa 24 jam, baik sekali atau dua kali per minggu.

Misalnya, Anda dapat berpuasa untuk tidak makan malam pada suatu hari dan malam berikutnya Anda makan malam.

3. Diet Prajurit
Metode ini melibatkan makan sedikit buah-buahan dan sayuran mentah di siang hari dan kemudian sekali makan besar di malam hari.

4. Diet 5:2
Metode ini memiliki pola untuk berpuasa selama 2 hari per minggu.

Metode ini melibatkan makan secara normal 5 hari dalam seminggu sambil membatasi kalori pada dua hari sisanya.

Kalori yang dibutuhkan adalah 500 kalori untuk wanita dan 600 kalori untuk pria.

Puasa Untuk Mengobati Arteri yang Tersumbat
Menurut sebuah penelitian, seseorang yang berpuasa selama satu hari setiap bulan dapat mengurangi risiko tersumbatnya arteri hingga 40 persen.

Para peneliti dari Pusat Medis Intermountain dan Universitas Utah melakukan survei terhadap 515 orang di mana 92 ​​persen di antaranya adalah penderita penyumbatan pembuluh darah.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, hasil mengungkapkan bahwa ketaatan puasa bulanan ada kaitannya dengan kesehatan kondisi jantung.

Bahkan jika para peneliti telah menyesuaikan beberapa faktor seperti berat badan, usia, dan status kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes masih ada perbedaan antara mereka yang puasa dan yang tidak.

Hal ini karena saat puasa tubuh berhenti mengonsumsi makanan dan gula.

Akibatnya adalah tubuh juga berhenti memproduksi insulin, yang dapat mengarah pada pencegahan perkembangan sensitivitas insulin yang terkait dengan diabetes Tipe 2 (faktor risiko penyakit jantung).

  1. Manfaat Puasa yang Didukung Ilmu Pengetahuan
  2. Dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh
  3. Menginduksi berbagai proses perbaikan sel
  4. Menurunkan risiko diabetes tipe 2
  5. Dapat membantu mencegah kanker
  6. Bagus untuk otak
  7. Dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer
  8. Membantu Anda untuk dapat hidup lebih lama

Sumber: intisari.grid.id

Loading...
loading...
loading...