Al-A’la Ayat 1-19, Surah yang Paling Disukai Nabi Muhammad

by -353 views

Surat Al A’la adalah surat ke 87 dalam Al Quran. Ulama berpendapat Surat ini terdiri atas 19 ayat.

Kata Al-A’la berarti Yang paling tinggi’, diambil dari ayat pertama. Dilansir buku ‘Tafsir Al Mishbah jilid 15 karya Prof Dr M Quraish Shihab, sebagaimana bunyi ayat pertamanya, yaitu surah Sabbikisma Rabbika al-A’la maka surat ini dinamakan surah Sabbik atau Sabbifaisma.

Surat ini merupakan salah satu surat yang paling disukai atau paling sering dibaca oleh Nabi SAW. Beliau membacanya pada rakaat pertama shalat Jumat, shalat led, shalat Witir. Sesekali Beliau membacanya dalam rakaat pertama shalat Maghrib.

Tema utama surat Al A’la adalah penyucian Allah dan penetapan keesaan-Nya serta kuasa-Nya mencipta serta memberi tuntunan wahyu kepada para nabi guna menuntun manusia ke jalan yang benar.

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ، الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ، وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ، وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ ، فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَىٰ ، سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰ ، إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ ، وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ ، فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَىٰ ، سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَىٰ ، وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى ، الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ ، ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ ، قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ ، بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ، وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ، إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ ، إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya). Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan Yang menumbuhkan rerumputan, lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa, kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat), oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat, orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (QS. al-A’lah)

Surat Al A’la merupakan wahyu ke-7 yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, yakni sesudah turunnya surah Idza asy-Syamsu Kuwwirat. Bagi yang menilai surat al-Fatihah sebagai surat pertama atau ketiga, maka surat al- A’la mereka anggap wahyu ke-8.

Sumber: detik.com

loading...
loading...