Aksi Personel TNI Usir Tank dan Cegah Konflik Senjata Israel-Lebanon di Perbatasan

by -2,347 views

Empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan Garuda bertugas di perbatasan Lebanon dan Israel, berdiri di atas batu besar.

Di hadapan mereka, melaju sebuah tank yang hendak memasuki kawasan yang dikenal dengan sebutan Blue Line.

Blue Line merupakan garis perbatasan Lebanon dengan Israel. Kawasan netral yang tidak boleh ada pertikaian.

Personel TNI berdiri mengadang tank tersebut untuk menghindari pertikaian antar dua negara.

Komandan PMPP TNI Mayor Jenderal TNI Victor Hasudungan Simatupang menjelaskan, lokasi tersebut menjadi perebutan kedua negara.

“Pada 2 Juni 2020 TNI Garuda mengadang pertikaian antara Lebanon dan Israel,” katanya dalam video conference, Jumat (19/6).

Aksi itu dilakukan setelah sebelumnya pasukan Garuda mendapat informasi ada pergerakan dari tentara dua negara.

Tugas pasukan Garuda berpatroli di perbatasan untuk mencegah pertikaian. TNI mengerahkan 1 kompi dan APC Anoe ke lokasi.

Sekitar pukul 13.30 waktu setempat, sebuah tank mendekat Blue Line. Di sisi lainnya, sekelompok tentara dengan senjata lengkap bersiap.

Satu orang pasukan TNI dengan rompi biru bertuliskan UN berdiri di tengah-tengah kedua pasukan. Dia melambaikan tangan ke arah datangnya tank.

Dia memberi sinyal agar tank tidak memasuki wilayah tersebut. Seorang tentara lain tampak memberi peringatan dengan mengibarkan bendera PBB.

“Beberapa anggota kita dipimpin komandan kompi A, mengadakan pemisahan terjadinya pertempuran Israel dan Lebanon. Itu sampai sore hari, setelah tentara kita kibarkan bendera PBB, ini netral dan kita usir Lebanon dan Israel supaya tidak bertikai,” katanya.

Setelah kurang lebih dua jam, pasukan dari kedua negara kembali ke daerah masing-masing. Mereka meninggalkan Blue Line.

Tidak mudah bagi pasukan perdamaian untuk menjaga agar konflik tidak terjadi antara Israel dan Lebanon.

“(Pertikaian kedua negara) Ini sudah beberapa kali, ini biasanya Israel takut-takutin tentara Lebanon dengan tujuannya mau mencaplok lahan. (Saat menghalau) Tidak ada letusan, tapi mereka sudah tambah kekuatan. Israel dan Lebanon juga tambah kekuatan,” jelasnya.

Victor menceritakan, aksi anggota TNI itu sudah sesuai SOP. Setiap anggota telah dilatih untuk siap menghadapi hal semacam ini. Aksi mereka pun mendapatkan pujian.

“Kalau warga negara sana, dari Blue Line sambutan mereka TNI itu sangat positif, saya ketemu warga Marjayun di sana, itu mereka sangat positif sambutannya, di titik pertikaian antara Israel dan Lebanon,” ucapnya.

Sumber: merdeka.com

No More Posts Available.

No more pages to load.