Akal Bulus Dukun Cabul, Janda Mau Cantik dan Laris Harus…

by -1,714 views

Di zaman yang sudah semakin modern seperti sekarang, ternyata masih ada saja sebagian orang yang percaya pada kemampuan dukun atau paranormal.

Meski terkadang persyaratan yang diminta sudah jelas tak masuk akal.

Seperti cerita pria satu ini, yang akhirnya harus meringkuk di tahanan Mapolsek Pakal, Benowo, Surabaya. Lantaran menipu banyak orang dengan berlagak bak seorang dukun sakti.

Adalah Suhadak, kakek 62 tahun asal Lamongan ini berdalih bisa membuat wanitamakin cantik dan membuat laris warung korbannya.

Syaratnya, ia diperbolehkan mencabut sendiri bulu kemaluan lalu menyetubuhi korbannya.

Astaga Modusnya!
Kapolsek Pakal, Kompol I Gede Suartika menjelaskan, Suhadak sendiri sudah mulai membuka praktik perdukunan sejak 2013 lalu.

Ceritanya, AN, calon korban, yang memiliki warung di Pondok Benowo Indah didatangi pelaku yang menawarkan jasa penglaris warung yang jadi andalannya.

Karena diyakinkan, AN akhirnya menuruti dan sepakat memakai jasa Suhadak yang lalu menaburkan beras garam ke sekeliling rumah.

Alasannya, agar setan-setan di dalam rumah tersebut pergi hingga bisa membuat warungnya laris.

Sampai di pojok belakang rumah, Suhadak menyebut tempat itu menjadi pusat gangguan setan dan hanya satu cara untuk bisa mengusirnya, yakni diperbolehkan mencabut sendiri bulu korban.

Selain itu, Suhadak juga meminta syarat agar AN mau berhubungan badan dengan dirinya.

Kedoknya Terbongkar Usai…
“Beruntung korban menolak dan hanya memberinya Rp300 ribu sebagai imbal jasanya,” terang Gede, Senin, 28 Agustus lalu.

Merasa dilecehkan, korban akhirnya melapor ke polisi yang lalu diminta polisi untuk memancing Suhadak.

“Tersangka kami bekuk Kamis (24/8) lalu saat kami pancing bersama korban. Setelah kami interogasi ternyata dia sudah menipu puluhan korban di Surabayakawasan barat,” terangnya.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka dia nekat melakukan hal itu karena butuh uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan memenuhi hawa nafsunya.

“Sudah enam orang jadi korbannya. Kebanyakan penjaga warung yang berstatus janda,” ucap Suhadak sambil tertunduk. Tarif yang dipasang pun bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp3 juta.

Sumber: dream.co.id

loading...
loading...