Adab Saat Mendengar Adzan

by

Sobat, apa yang kamu lakukan saat mendengar adzan? Buru-buru mengambil air wudhu untuk persiapan shalat kah? Atau karena masih di depan komputer, ngebut ngeberesin kerjaan supaya bisa ikut shalat jamaah?

Atau mungkin ada yang malah mengobrol karena telah masuk waktu istirahat? Nggak ada larangan untuk berbicara saat mendengar adzan sih, Sob.

Tetapi, lebih utama bila kita mendengar dan menjawab adzan terlebih dahulu. Karena saat mendengar adzan yang merupakan seruan untuk melaksanakan ibadah shalat wajib adalah momen yang tidak boleh kita lewatkan begitu saja.

Selain menjadi waktu mustajab untuk berdo’a antara waktu adzan dan iqamah, ada juga lho adab-adab yang bisa kita tegakkan saat mendengar adzan. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya;

1. Mengucapkan Seperti Apa yang Diucapkan Oleh Muadzin
Mengenai mendengar dan menjawab adzan, ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat bahwa mendengar dan menjawab adzan hukumnya wajib. Dari Abu Sa’id Al Khudri,

“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian mendengar adzan, maka jawablah seperti yang disampaikan muadzin’.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Dalil ini menunjukkan wajibnya menjawab adzan. Akan tetapi, pendapat mayoritas ulama menyebutkan bahwa menjawab adzan hukumnya adalah sunah.

Ini adalah pendapat Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Majmu’ (3/127),

“Madzhab kami adalah bahwa mengikuti (ucapan adzan) adalah sunah, bukan wajib. Ini adalah pendapat kebanyakan (jumhur) ulama (sebagaimana) diceritakan oleh At-Thahawi. (Pendapat ini) berbeda dengan (pendapat) sebagian ulama yang mewajibkannya.”

Dalam kitab Al Mughni (1/256) diriwayatkan dari Imam Ahmad, beliau berkata, “Kalau dia tidak mengucapkan seperti ucapan (muadzin) maka tidak mengapa.”

Yang menunjukkan hal tersebut adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Malik bin Al Huwairits dan orang yang bersamanya.

“Jika datang (waktu) shalat, hendaklah salah satu di antara kamu (mengumandangkan) adzan dan hendaklah orang yang lebih tua menjadi imam.”

2. Bershalawat Pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Hadits dari Abdullah ibnu Amr ibnul Ash, ia pernah mendengar Nabi SAW bersabda,

“Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah untukku, karena siapa yang bershalawat untukku niscaya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.

Kemudian ia meminta kepada Allah al-wasilah atasku, karena al-wasilah ini merupakan sebuah tempat/kedudukan di surga, di mana tidak pantas tempat tersebut dimiliki kecuali untuk seseorang dari hamba Allah dan aku berharap, akulah orangnya.

Siapa yang memintakan al-wasilah untukku maka ia pasti beroleh syafaat.” (HR. Muslim no. 847).

3. Meminta Keutamaan dan Wasilah Untuk Nabi shallallahu a’laihi wa sallam Supaya Mendapat Syafaat
Hadits dari Abdullah ibnu Amr ibnul Ash, do’a memohon al wasilah untuk Nabi SAW sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dari Jabir, Nabi SAW bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan doa, ‘Ya Allah! Wahai Rabbnya seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan ini, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang dipuji (maqam mahmud) yang telah Engkau janjikan kepadanya’, niscaya ia pasti akan beroleh syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 614, 4719).

4. Membaca Kalimat Berikut Agar Mendapatkan Ampunan Dosa
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا. غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Siapa yang mengucapkan setelah mendengar azan: Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa (Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agamaku), maka dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim no. 386)

5. Berdo’a Sesuai Keinginan Setelah Selesai Adzan
Berdo’a setelah selesai adzan hingga waktu iqamah merupakan waktu yang mustajab. So, banyak-banyak do’a untuk dunia dan akhiratmu, Sob.

Dari Abdullan bin Amr bahwa seseorang pernah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya muadzin selalu mengungguli kami dalam pahala amalan.”

Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah sebagaimana disebutkan oleh muadzin. Lalu jika sudah selesai kumandang adzan, berdoalan, maka akan diijabahi (dikabulkan).” (HR. Abu Daud no. 524 dan Ahmad 2:172).

Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Ada dua do’a yang tidak ditolak -atau sedikit sekali ditolak- yaitu doa setelah adzan dan doa ketika perang saat sebagian mereka merapat dengan sebagian yang lain.” (HR. Abu Dawud no. 2540).

Semoga kita diberikan keistiqomahan untuk memelihara adab saat adzan dikumandangkan, Sob. Karena Ibnul Qayyim berkata,

“Inilah lima amalan yang bisa diamalkan sehari semalam. Ingatlah yang bisa terus menjaganya hanyalah as saabiquun, yaitu yang semangat dalam kebaikan.” (Jalaa-ul Afham, hal. 333).

Allahu a’lam.

Sumber: annida-online.com

Loading...
loading...
loading...