8 Kali Gempa Dalam 3 Hari di Wilayah Indonesia, Ini Analisis BMKG

by -3,023 views

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 8 kali gempa selama 3 hari terakhir di wilayah Indonesia. Ini analisis BMKG.

Guncangan-guncangan gempa tersebut merupakan gempa dengan skala intensitas antara I hingga II Modified Mercally Intensity (MMI).

Gempa terjadi akibat aktivitas gempa tektonik yang tersebar di beberapa daerah seperti Selatan Selat Sunda, Selatan Jawa Timur, Selatan Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.

“Seluruh gempa dirasakan ini belum sampai menimbulkan kerusakan. Sebagian besar memiliki skala intensitas antara II hingga III MMI atau Modified Mercally Intensity, yang artinya guncangan sudah dirasakan oleh masyarakat seolah ada truk yang berlalu,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/3/2020).

Gempa yang dimaksud adalah gempa tektonik di Jailolo yang dipicu sesar aktif berkekuatan M 2,1 pada pukul 16.54, gempa Yahukimo, Papua, akibat aktivitas Sesar Naik Pegunungan Tengah berkekuatan M 4,5 pada pukul 17.54 WIB dan Gempa Ende, NTT, akibat aktivitas sesar aktif berkekuatan M 3,3 pada pukul 16.23 WIB.

Kesemua gempa ini terjadi di Rabu 25 Maret 2020

Sedangkan pada Kamis 26 Maret 2020, BMKG mencatat 2 gempa tektonik dirasakan, yaitu gempa Selatan Selat Sunda yang dipicu sesar Mentawai berkekuatan M 4,2 pada pukul 16.23 WIB dan gempa Mindanao, Filipina, akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Cotabato berkekuatan M 6,1 yang berdampak berupa guncangan hingga dirasakan hingga di sebagian wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada pukul 22.38 WIB.

“Hingga siang hari ini, Jumat 27 Maret 2020, BMKG sudah mencatat 3 kali gempa tektonik dirasakan, yaitu gempa Sarmi di Papua yang dipicu oleh Sesar Naik Mamberamo berkekuatan M 5,8 pukul 04.36 WIB, gempa Barat Daya Jember yang dipicu aktivitas sesar dasar laut berkekuatan M 4,9 pukul 03.34 WIB dan gempa Wajo, Sulawesi Selatan, yang dipicu aktivitas Sesar Walanae berkekuatan M 4,9 pukul 04.58 WIB,” jelas Rachmat.

Selain itu, BMKG juga mencatat sejumlah gempa susulan di selatan Bali.

Catatan ini dilakukan sejak 19 Maret 2020 hingga 27 Maret hari ini.

“Hingga hari ini aktivitas gempa susulan di selatan Bali masih berlangsung. BMKG mencatat sejak terjadi gempa utama (mainshock) berkekuatan M 6,3 pada 19 Maret 2020 lalu, hingga hari ini 27 Maret 2020 pukul 00.00 WIB tercatat telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 54 kali,” sebut Rachmat.

Rachmat meminta masyarakat waspada. Dia mengimbau masyarakat melalukan cara penyelamatan diri saat terjadi gempa.

“Meningkatnya aktivitas kegempaan akhir-akhir ini tentunya patut diwaspadai oleh kita semua, mengingat peristiwa gempa kuat dapat terjadi kapan saja, sewaktu-waktu, dan hingga saat ini belum dapat diprediksi,” kata Rahmat.

“Untuk itu, masyarakat perlu memahami cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami, dengan menyiapkan bangunan aman gempa dan tata ruang pantai berbasis risiko bencana tsunami,” sambungnya.

Sumber: detik.com

loading...
loading...