7 Perbedaan Tahun Baru Hijriah dan Masehi, Termasuk Awal Patokan Sistem Penanggalan

by

Pada Selasa (11/9/2018) nanti, umat Muslim merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Seperti diketahui, Tahun Baru Islam jauh berbeda dengan Tahun Baru Masehi karena sistem penanggalannya juga jauh berbeda.

TribunTravel.com merangkum beberapa perbedaan Tahun Baru Islam dengan Tahun Baru Masehi dari beberapa sumber.

1. Sistem Penanggalan
Kalender Islam atau Hijriah memiliki sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus sinodis bulan, yaitu siklus dua fase bulan yang sama secara berurutan.

Pergantian bulan baru berdasarkan pada penampakan hilal, bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.

Sehingga jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari.

Sementara sistem penanggalan kalender Masehi berdasarkan pada pergerakan bumi mengelilingi matahari.

Jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi umumnya 365 hari dan setiap empat tahun sekali 366 hari yang disebut tahun kabisat.

Pada tahun kabisat yang jatuh pada setiap tahun kelipatan 4, seperti 2000, 2004, 2008, 2012, 2016, Bulan Februari ditambah satu hari menjadi tanggal 29.

2. Jumlah Hari per Bulan
Jumlah bulan pada sistem kalender Hijriah dan masehi sama, yakni 12 bulan per tahun.

Bedanya, jumlah hari dalam satu tahun Hijriah berkisar antara 354 hingga 355 hari, sementara masehi 365 hari, kecuali tahun kabisat, 366 hari.

Setiap bulan dalam kalender Hijriah umurnnya antara 29 dan 30 hari, sementara kalender masehi 30 dan 31 hari, kecuali Bulan Februari yang 28 hari.

3. Awal Patokan Sistem Penanggalan
Penentuan awal patokan untuk menentukan tahun 1 kalender Islam, dulu, sempat mengalami perdebatan.

Beberapa sahabat Nabi menghendaki tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai awal kalender Islam.

Beberapa yang lain ada yang mengusulkan kalender Islam diawali pada tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, akhirnya disepakati tahun 1 kalender Hijriah dimulai pada tahun peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yakni pada 622 Masehi.

Penentuan tahun 1 Hijriah ini dilakukan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Sementara, penentuan tahun 1 Masehi dimulai pada kelahiran Nabi Isa Almasih AS.

4. Hari Jatuhnya Tahun Baru
Karena adanya perbedaan sistem penanggalan, kalender Hijriah memiliki selisih 11 hingga 12 hari lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi.

Pada kalender Masehi, tahun baru jatuh pada tanggal 1 Januari. Sementara, pada kalender Hijriah tahun baru jatuh pada tanggal 1 Muharram.

5. Penentuan Awal Dimulainya Hari
Untuk kalender Hijriah, awal hari dihitung pada saat matahari terbenam. Namun, untuk kalender Masehi, awal hari dihitung pada pukul 00.00 waktu setempat.

6. Nama Bulan
Nama-nama bulan kalender Masehi diambil dari nama dewa dan dewi serta beberapa bahasa latin.

Sementara nama bulan kalender Hijriah diambil dari bahasa Arab dan memiliki signifikansi penting bagi agama Islam. Berikut arti nama bulan kalender Hijriah dan artinya:

Muharram
Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang.

Shafar
Artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang.

Rabi’ul Awal
Artinya, masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar).

Rabi’ul Akhir
Artinya, akhir masa menetapnya kaum lelaki.

Jumadil Awal
Artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim kering.

Jumadil Akhir
Artinya akhir kekeringan atau musim kering berakhir.

Rajab
Artinya, mulia. Zaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.

Sya’ban
Artinya, berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah.

Ramadhan
Artinya, sangat panas.

Bulan yang memanggang atau membakar dosa, karena di bulan ini umat Islam diwajibkan berpuasa/shaum sebulan penuh.

Syawal
Artinya kebahagiaan, kemenangan, sebagai bulan baru setelah seluruh dosa dihapus selama Bulan Ramadhan.

Dzul Qa’dah
Artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.

Dzul Hijjah
Artinya yang menunaikan haji, sehingga bulan ini disebut juga bulan haji.

Nama Hari
Jumklah hari dalam kalender Hijriah sama dengan masehi, yakni tujuh hari dan siklus harinya juga bersamaan.

Nama-nama hari pada kalender Hijriah juga berbeda dari nama hari kalender Masehi dan diserap dari bahasa Arab.

Yakni, Ahad (Minggu), Itsnayn (Senin), Tsalaatsa (Selasa), Arba’aa (Rabu), Khamsatun (Kamis), Jum’a (Jumat), dan Sabt (Sabtu).

Dari nama-nama hari ini bisa terlihat bahwa nama-nama hari di Indonesia berpedoman pada nama hari dalam Bahasa Arab, bukan Bahasa Inggris.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...