7 Fakta Terbaru Thoriq Pendaki yang Hilang dan Ditemukan Tewas di Gunung Piramid Bondowoso

by -19,113 views

Sejumlah fakta terbaru kasus Thoriq Rizky Maulidan pendaki yang hilang dan ditemukan tak bernyawa di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai terungkap.

Fakta-fakta terbaru yang terungkap meliputi proses evakuasi hingga pemakaman jasad Thoriq setelah diotopsi.

Seperti diketahui, Thoriq yang sempat hilang di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Jumat (5/7/2019).

Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru tentang kasus Thoriq pendaki yang hilang dan ditemukan tak bernyawa di Gunung Piramid Bondowoso

1. Kerahkan 100 Tim SAR
Proses evakuasi jenazah Thoriq pendaki yang hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Jawa Timur berlangsung pada Sabtu (6/7/2019) kemarin.

Evakuasi  jasad Thoriq melibatkan 100 orang yang tergabung dalam Tim SAR sejumlah institusi.

“Medannya begitu sulit sehingga kami juga harus hati-hati dalam proses evakuasi jenazah,” kata Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagio di Posko SAR Gunung Argopuro, Sabtu.

Tim evakuasi tersebut terdiri dari Kepolisian, TNI, Wanadri, Basarnas, dan sejumlah relawan.

“Jadi tim yang melakukan proses evakuasi ini yang memiliki keahlian dalam bidang SAR,” tambahnya.

Saat ini, tim sudah berada di lokasi kejadian, untuk melakukan proses evakuasi.

“Jadi lokasi penemuannya ini berada di kemiringan 75 derajat, untuk itu kita harus hati-hati,” katanya.

2. Kendala Saat Evakuasi
Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagyo mengungkapkan beberapa kendala saat proses evakuasi jasad Thoriq, Sabtu (6/7/2019)

Menurutnya, medan lokasi penemuan jenazah yang terbilang ekstrem, menjadi kendala lambatnya proses evakuasi.

“Terjal medannya yang cukup menyulitkan kami,” ujar David.

Medan lokasi ditemukannya korban berada di bawah lereng yang Gunung Piramid dengan jarak 175 meter.

Selain itu juga dipersulit dengan kemiringan 70 derajat.

“Tempat titik temuan korban pada kemiringan 70 derajat,” jelasnya.

Tim Gabungan, lanjut David, juga terkendala dengan kontur tanah yang gembur.

“Untuk posisi di atas untuk mengerek itu itu juga terdiri dari tanah gembur, kemudian mudah longsor,” katanya.

“Sehingga kami tidak ada pijakan itu yang membuat kami kesulitan untuk menarik yang dari bawah ke atas,” tambah David.

3. Strategi Evakuasi
Proses evakuasi jenazah Thoriq Risky Maulidan (15) dari Gunung Piramid, Bondowoso akan menggunakan strategi khusus.

Proses evakuasi jasad Thoriq ini digelar SAR Surabaya dengan mengerahkan satu tim operasi dari Pos BASARNAS Jember dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.

Rudy Prahara, Komandan tim operasi Pos BASARNAS Jember menjelaskan, tim SAR gabungan membentuk tiga SRU (Serach and Rescue Unit) untuk melakukan upaya evakuasi terhadap Thoriq.

SRU pertama (terdiri dari unsur TNI – POLRI, Wanadri, dan GMPT) bergerak menuju ke atas tebing dan menyiapkan jalur evakuasi korban dari lokasi ditemukannya.

SRU kedua (terdiri dari tim Pos BASARNAS Jember dan SAR OPA Jember) bergerak menuju ke titik koordinat evakuasi melalui jalur pendakian.

Dari titik tersebut, SRU kedua akan membantu upaya evakuasi korban dari bawah tebing, yang akan dilakukan dengan tehnik lifting.

Perlu diketahui, tehnik lifting merupakan tehnik membawa korban dari bawah menuju ke atas.

Dalam hal ini, mengevakuasi Thoriq dari bawah tebing menuju ke atas tebing guna proses evakuasi selanjutnya.

Pelaksanaan tehnik lifting ini menggunakan sejumlah peralatan vertical rescue, seperti harnest, carabiner, figure of eight, tandu dan peralatan lainnya.

“Karena upaya evakuasi akan dilakukan di medan yang terjal dan berbahaya, para personel tim SAR gabungan sangat memperhatikan faktor keselamatan diri dalam bertugas. Untuk itu, mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (diantaranya helm, full body harnest dan safety rope),” ujar Rudy dalam rilis yang diterima Surya.co.id, Sabtu (6/7/2019).

Adapun SRU ketiga (terdiri dari gabungan unsur SAR yang lain) bergerak menuju ke Pos 2.

Mereka akan bertugas melanjutkan evakuasi secara estafet hingga ke titik evakuasi akhir, dimana telah disiagakan mobil ambulans.

Hal ini dilakukan setelah korban berhasil dievakuasi dari bawah tebing oleh SRU pertama dan SRU kedua.

4. Suasana Rumah Thoriq
Rumah orang tua dari pihak ibu Thoriq Rizki Maulidan yang berada di Dusun Nyamplungan, Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo telah ramai dikunjungi oleh sanak saudara, Sabtu (6/7/2019).

Mereka berkumpul menunggu kedatangan jenasah Thoriq dari Kabupaten Bondowoso. Nampak tenda terop juga telah terpasang rapi di depan.

Sepupu korban, Agung mengatakan setelah mendengar kabar ditemukannya korban pada hari Jumat (5/7/2019), pihak keluaga langsung memasang tenda untuk para pentakziah.

“Memang sudah dipastikan, jenasah korban akan dimakamkan disini. Sekarang semua saudara sedang menunggu kedatangan jenasah dari Kabupaten Bondowoso,” ujarnya kepada TribunJatim.com.

Ia mengatakan berdasar informasi dari saudara nya yang berada di Kabupaten Bondowoso, jenasah korban sendiri baru dievakuasi pada Sabtu pagi ini. Dan sekarang sedang dibawa ke rumah sakit.

“Kalau tidak ada halangan, kemungkinan nanti malam jenasah korban tiba sekitar pukul 18.30. Bersamaan dengan kedua orang tuanya ikut datang,” jelasnya.

5. Hasil Otopsi
Penyebab meninggal Thoriq Risky Maulidan (14), siswa SMPN 4 Bondowoso yang hilang di Gunung Piramid, Bondowoso terungkap.

Menurut Wakapolres Bondowoso Kompol David Subagyo menuturkan sekitar pukul 19.58 WIB proses otopsi oleh dokter medis sudah rampung.

“Sudah dilakukan otopsi luar mas,” terang David dalam pesan singkat melalui WhatApps (WA) yang diterima TribunJatim.com, Sabtu (6/7/2019) malam.

Ia menambahkan, penyebab kematian korban yang sempat hilang selama genap dua pekan, sejak Minggu (23/6/2019) silam, akibat kelelahan.

“Kelelahan, pingsan terus meninggal dunia,” lanjutnya.

6. Pemakaman Thoriq
Ratusan pelayat sambut kedatangan jenazah Thoriq Rizky Maulidan di rumah duka di Dusun Nyamplungan RT 5 RW 3, Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Sabtu (6/7/2019).

Jenazah diangkut mobil ambulans RSUD. Dr. H. Koesnadi Bondowoso nopol P 8053 AP, dan tiba di rumah duka pukul 23.31 wib.

Nampak orang tua almarhum, Arif Subagyo dan Nurul Habibah terus menangis tak kuasa menahan kesedihan ketika peti jenazah sang anak dibawa turun dari mobil ambulans untuk dishalatkan di ruang tamu rumah duka.

Usai dishalatkan, jenazah langsung segera dimakamkan di Makam Islam Desa Wonokalang yang terletak tak jauh dari rumah duka.

Sepupu korban, Abdul Ghofur mengatakan almarhum dimakamkan bersebelahan dengan kakek dan nenek dari pihak ibu.

Ia juga mengatakan, keluarga tak menyangka harus kehilangan almarhum secepat itu.

“Pihak keluarga tidak mendapat firasat apa apa. Tidak ada hal yang ganjil,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan almarhum sendiri sempat berpamitan akan mendaki gunung.

“Almarhum berpamitan ke orang tuanya akan mendaki gunung. Almarhum juga pamit naik gunung bareng dengan temannya,” tandasnya.

7. Sosok Thoriq
Kabar meninggalnya Thoriq Rizki Maulidan (14), remaja pendaki Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur membawa duka mendalam bagi para saudara korban.

Sepupu korban, Agung mengatakan semasa hidupnya korban dikenal sangat sopan sekali dan ramah.

“Kalau bertemu dengan saudara atau orang lain mesti selalu disapa duluan. Dan kalau bicara dan menyapa selalu memakai bahasa jawa,” ujarnya kepada SURYA.co.id pada Sabtu (6/7/2019).

Selain itu, ia menjelaskan meski korban anak kedua dari dua bersaudara namun tidak pernah manja sama sekali, bahkan cenderung mandiri dan aktif mengikuti ekstakurikuler sekolah.

“Korban aktif ikut Paskibraka dan Pramuka di sekolah bahkan juga sempat mengikuti gerak jalan juga,” tambahnya.

Ia mengaku terakhir kali bertemu korban saat korban datang bersama orang tuanya pada saat hari raya Idul Fitri 2019.

“Sempat datang mampir ke rumah ibu saya di daerah Jemundo, Sidoarjo.

Silahturahmi juga kan korban dan orang tuanya tinggal di Kabupaten Bondowoso,” tandasnya.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...