6 Fakta Kegiatan Susur Sungai Sempor yang Menelan Banyak Korban

by -493 views

Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi, Kabupaten Sleman dilaporkan hanyut terseret banjir, Jumat (21/2). Dilansir dari merdeka.com, para siswa hanyut saat mengikuti kegiatan pramuka susur Sungai Sempor, Turi.

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto membenarkan perihal adanya siswa dari SMP Negeri 1 Turi yang hanyut terbawa arus sungai. Para siswa hanyut saat sedang mengikuti kegiatan pramuka.

“Iya memang betul ada pelajar SMP Turi yang hanyut saat susur sungai,” ujar Pipit saat dihubungi.

Berikut beberapa fakta terbaru terkait fakta insiden pelajar SMP terseret banjir Saat Susur Sungai.

1. Kronologi Kejadian
Dilansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dalam Siaran Pers Operasi Penanganan, Pencarian dan Penyelamatan Laka Sungai SMP N 1 Turi Sleman menyebutkan bahwa kondisi cuaca DIY pada 21/2 kemarin, berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

SMPN 1 Turi Sleman melaksanakan kegiatan pramuka di luar sekolah pada Jumat (21/2). Kegiatan diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8 dengan total peserta sebanyak 256 orang.

Kegiatan pramuka yang dilakukan diantaranya adalah susur sungai di lembah Sempor. Pada saat susur sungai, tiba-tiba datang aliran air dari hulu yang besar dan menghanyutkan siswa yang sedang di lokasi tersebut.

2. Proses Pencarian
Dilansir dari BPBD DIY, pencarian dan penyelamatan sudah dilakukan mulai kemarin sore hingga pagi ini (22/02) masih berlanjut.

Operasi pencarian dan penyelamatan dibentuk 7 Search Rescue Unit (SRU) dibawah komando lapangan Bapak Asnawi Suroso, Kasubid ops Basarnas DIY, sedangkan pos komando dipimpin langsung oleh Wakapolda DIY.

Pihak terlibat dalam operasi di antaranya BPBD, BASARNAS, PMI, TNI, POLRI, IOF, DIKES, DINSOS, SAR DIY, RESCUE 920, GBS, PITU RESCUE, CODE X, Bahari, SRC, MDMC, SAR Linmas, IOF, Sembada Rescue, SAR MTA, PRB Mlati, Ramagama, Pendaki Indonesia, SAR Cangkringan, Banops DIY, Dinsos, Bala SAR, SKB, AMC, Restam, KRI, Kokam Turi, SAR Semesta, Destana, Guruh Merapi, Rescue 328, Kompas, LSC, Mapala Satu Bumi, Mahaguru, Bagana Banser, TRC kec gamping, Komunitas Relawan, Masyarakat dan potensi bencana lainya.

3. Himbauan Untuk Kakak Pembina
Melalui akun twitter @kwarnas, atas peristiwa tersebut Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan ini menyatakan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam.

Kwarnas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan korban.

Kwartir Nasional melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut.

Namun demikian, sebagai bahan pembelajaran, Kwarnas Gerakan Pramuka mengimbau kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka khususnya kakak-kakak pembina agar menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijaksana dalam memberikan kegiatan kepada peserta didiknya.

Kakak-kakak pramuka diharapkan agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan.

Aturan tersebut seperti tertuang dalam SK Kwarnas No.227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka.

4. Tanggapan Bupati Sleman
Dilansir dari Merdeka.com, Bupati Sleman Sri Purnomo menilai hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi saat mengikuti kegiatan pramuka susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2) adalah sebuah kecerobohan.

Pasalnya kecerobohan itu menyebabkan sejumlah siswa meninggal dunia akibat terseret arus sungai.

“Itu kecerobohan artinya melaksanakan kegiatan di sungai saat hujan itu sangat bahaya. Ini kecerobohan yang berakibat fatal,” katanya, Jumat (21/2) malam.

5. Harapan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Dikutip dari instagram @humasjogja, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya beberapa siswa SMP N 1 Turi, Sleman, akibat aktivitas susur sungai yang dilakukan pada Jumat (21/2) siang.

Sultan juga merasa prihatin dan menyayangkan bahwa aktivitas susur sungai justru dilakukan pada saat musim hujan.

Harapan Sultan, sekolah, kelompok masyarakat atau kelompok organisasi yang lain dapat menghindari sungai dan aktivitas susur sungai saat musim hujan karena sangat berbahaya. Kejadian tersebut juga diharapkan tidak akan terulang kembali.

“Pihak sekolah tentunya juga harus dapat bertanggung jawab atas kejadian ini. Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus prihatin,” ujar Sultan.

Gubernur DIY juga langsung melakukan peninjauan yakni ke SMP N 1 Turi Sleman dan Puskesmas Turi, pada Jumat (21/2) malam untuk menyampaikan rasa belasungkawa secara langsung dan menindaklanjuti penanganan musibah tersebut

6. Korban Mulai Ditemukan
Dilansir dari Siaran Pers Operasi Penanganan, Pencarian dan Penyelamatan Laka Sungai SMP N 1 Turi Sleman oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, berdasar presensi atau daftar hadir siswa diketahui kelas 7 sebanyak 124 orang dan kelas 8 sebanyak 125 siswa, total 249 orang.

Dilansir dari Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan pencarian korban selanjutnya berhasil ditemukan.

“Alhamdulillah dua korban berhasil ditemukan, tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Sabtu (22/2/2020).

Menurut dia, kedua korban siswa SMPN 1 Turi yang berhasil ditemukan tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Turi.

“Saat ini identitas dua korban yang ditemukan belum teridentifikasi, masih proses identifikasi,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, dengan ditemukannya dua korban tersebut maka total korban meninggal dunia tercatat ada sembilan siswa, tujuh siswa telah teridentifikasi.

“Ketujuh korban yang telah teridentifikasi yakni Nur Azizah, Latifah Zulfa, Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Khoirun Nissa, Evita Putri Larasati dan Vanesha Dida,” katanya.

Sumber: merdeka.com

Loading...
loading...
loading...