5 Fakta Siswa SMA Terancam 7 Tahun Penjara: Bunuh Begal Karena Membela Diri & Jaga Kehormatan

by -2,819 views

Meski membunuh karena membela diri dan menjaga kehormatan pacarnya, ZA, siswa SMA yang menikam seorang pembegal, tetap dikenakan pasal yang membuat ZA terancam 7 tahun penjara.

ZA (17), siswa SMA di Malang berinisial ZA (17) memang terancam tujuh tahun penjara karena telah membunuh begal bernama Misnan (33).

Peristiwa tersebut terjadi ketika ZA dan pacarnya tengah berduaan di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Minggu (8/9/2019).

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda menjelaskan menjadi narasumber di, Inews TV, pada Rabu (11/9/2019), soal penetapan tersangka kepada ZA dan pasal-pasal yang akan dikenakan kepada ZA. Berikut 5 fakta siswa ZA terancam dipenjara 17 tahun:

1. Jaga Kehormatan Pacar
Awalnya ZA tak ada niat menikam Misnan yang membegalnya.

Misnan dan 3 rekannya yang lain, Ahmad (22) dan Rozikin (41), serta seorang lagi yang masih buron ingin merampas sepeda motor yang dikendarai ZA bersama pacarnya.

Malah saat Misnan sudah merampas uang dan hape ZA, siswa SMA ini belum melakukan perlawanan.

Namun, ketika Misnan dkk mengancam akan memperkosa pacar ZA, ZA kontan melawan dan menusuk Misnan dengan pisau yang diambil dari bawah jok motornya.

2. Dikenakan Dua Pasal, Ancaman Maksimal 7 Tahun Penjara
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda menjelaskan menjadi narasumber di, Inews TV, pada Rabu (11/9/2019), soal penetapan tersangka kepada ZA dan pasal-pasal yang akan dikenakan kepada ZA.

Menurut  AKP Adrian, status tersangka ZA sudah sesuai dengan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Menurutnya pihak kejaksaan nanti yang akan menentukan apakah remaja tersebut dapat divonis bebas atau tidak.

“Jadi kepolisian hanya memberkaskan fakta-fakta di lapangan memberikan penyelidikan kami kirim ke kejaksaan nanti hakim lah yang menetapkan apakah tersangka ini bisa divonis bebas,” ujar Adrian Wimbarda.

Adrian Wimbarda menuturkan, ZA disangkakan pasal 351 ayat 3.

Hal itu menyebabkan ZA terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

“Tersangka ayat 3 pasal 351 KUHP di mana bunyinya penganiayaan menyebabkan seseorang meninggal dunia. Dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” ungkap Adrian Wimbarda.

Meski disangkakan dengan pasal 351, ZA juga memiliki pembelaan dengan pasal 49 mengenai pembelaan diri.

“Dengan pasal 49 ini tersangka melakukan penusukan karena dalam keadaan terpaksa, membela diri juga,” kata Adrian Wimbarda.

3. Hakim yang Putuskan Apakah ZA Membela Diri atau Tidak
Menurut AKP Adrian, hakimlah nanti yang kelak memutuskan apakah ZA membela diri atau tidak.

“Makanya kita tetapkan dia tersangka tapi di sini untuk memutuskan tersangka ini bebas atau tidak bukan ranah dalam kepolisian.” ucap Adrian Wimbarda.

“Jadi kepolisian hanya memberkaskan fakta-fakta di lapangan memberikan penyelidikan kami kirim ke kejaksaan nanti hakim lah yang menetapkan apakah tersangka ini bisa divonis bebas,” paparnya.

4. Tak Ditahan karena Masih di Bawah Umur
AKP Adrian melanjutkan karena usia ZA yang masih di bawah umur dan statusnya masih pelajar, ZA tidak ditahan.

“Tersangka ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka tapi mempertimbangkan karena tersangka masih di bawah umur dan masih pelajar sekolah, untuk tersangka tidak kami tahan,” jelas Adrian Wimbarda.

5. Pelaku Begal Lainnya Kena Pasal Perampasan
Sementara dua rekan Misnan yang juga menemani melakukan pembegalan, yaitu Ahmad (22) dan Rozikin (41), dikenai pasal 368 terkait perampasan.

“Pasal 368 perampasan, dan sudah kami tahan dan akan dikembangkan lebih lanjut lagi,” sebut Adrian Wimbarda.

Sedangkan seorang pelaku lainnya hingga kini masih buron.

Kronologi Lengkap Pembegalan
Seusai polisi membawa ZA ke Polres Malang, maka terkuaklah kronologi penusukan yang menewaskan korban yang bernama Misnan (33), dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube iNews Official, Rabu (11/9/2019).

Yade menuturkan mulanya ZA dan pacarnya sedang nongkrong di perkebunan tebu.

Misnan dan rekannya bernama Ahmad yang mengendarai motor lantas mendatangi ZA dan pacarnya.

“Ada sepasang muda mudi, anak SMA bersama pacarnya nongkrong di TKP didatangi korban yang meninggal ini bersama temannya,” ujar Yade.

Misnan dan temannya lalu membegal ZA. Mereka meminta ZA untuk menyerahkan motornya dan HP miliknya.

Cekcok pun terjadi karena ZA tak mau menyerahkan motornya.

Misnan lantas menuturkan jika memang ZA tak mau menyerahkan barangnya, ia mengancam akan memperkosa pacar ZA.

“Nantinya modusnya mereka akan membegal dan mengancam memperkosa pacarnya anak muda ini,” papar Yade.

ZA yang mendengar hal itu sontak mengambil pisau yang berada di jok motornya.

Kebetulan ZA memiliki pisau di jok motor yang biasa ia gunakan untuk prakarya di sekolahnya.

“Karena tidak terima bolak balik negosiasi, dia melakukan pembelaan diri, mereka duel, berantem ternyata dia tidak sadar di jok motornya ada pisau yang dia gunakan untuk prakarya di sekolahnya,” jelas Yade.

Pisau itu lantas ditusukkan ZA ke dada Misnan.

“Pisau itu digunakan untuk menusuk begal yang akan membegalnya.”

Misnan yang tergeletak di kebun, membuat rekannya kabur. Sedangkan ZA kembali ke rumahnya.

Dan jenazah Misnan ditemukan oleh warga keesokan harinya.

Sumber: tribunnewswiki.com

loading...
loading...