5 Fakta Pembunuhan Sadis Pasutri di Tegal, Nomor 3 Luar Biasa Tega

by -2,790 views

Pasangan suami istri (pasutri) pemilik toko handphone (HP) ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah di rumah toko (ruko)

yang mereka tempati di Desa Yamansari, Kecamatan Labeksiu, Kabupaten Tegal, Rabu (29/7/2020).

Kedua korban yakni, Hendi Purwanto (30) dan Citra Wati (25) rupanya dibunuh rekannya karena masalah utang.

Kasus pembunuhan ini terbilang sadis, karena korban Citra Wati sedang hamil delapan bulan.

Tim iNews pun berupaya merangkum fakta-fakta pembunuhan sadis tersebut.

1. Teriakan Korban
Pasutri tersebut dibantai pelaku pada Rabu (29/7/2020) dini hari. Hal itu dikuatkan dari keterangan tetangga korban yang mendengar suara jeritan dari dalam rumah korban.

“Sekitar jam setengah satu malam saya denger suara perempuan menjerit. Tapi, pas saya keluar tidak ada apa-apa. Ruko juga kelihatan sepi,” kata tetangga korban, Nurkhasanah.

2. Suami Dibunuh Lebih Dulu
Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal mengatakan, kedua korban tewas menderita luka bacokan senjata tajam.

Pelaku diduga menganiaya korban Handi Purwanto terlebih dahulu. saat pelaku menganiaya korban handi, istrinya melihat kejadian tersebut dan berusaha meminta tolong kepada tetangganya di belakang rumah.

“Namun pelaku langsung menganiaya istri handi, citrawati hingga mengalami luka parah. korban citrawati ini akhirnya meninggal dunia di rsud. Korban sedang mengandung delapan bulan,” katanya.

3. Korban Sedang Hamil Tua
Pembunuhan tersebut sangat keji. Sebab, perempuan yang ikut dibunuh dalam peristiwa itu sedang hamil tua delapan bulan. Kedua korban tewas menderita luka bacokan senjata tajam.

“Ya, mereka biasa tidur di sini. Kalau yang perempuan lagi hamil delapan bulan,” ucap tetangga korban, Nurkhasanah.

4. Pelaku Rekan Bisnis Korban
Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang mengatakan, pelaku AS (25) ditangkap beberapa jam setelah pembunuhan yang menggegerkan warga Tegal.

Dari pengakuannya, pelaku pembunuhan tidak lain merupakan rekan bisnis korban.

“Pelaku mengaku khilaf menganiaya korban hingga tewas,” katanya.

5. Dipicu Bisnis Burung Lovebird
AKBP Muhammad Iqbal mengungkapkan, motif pelaku tega membunuh kedua korban karena dendam dengan korban Handi yang tak kunjung membayar bisnis burung lovebird. Sehari sebelum kejadian, korban sempat ke ruko korban.

“Sehari sebelum pembunuhan, pelaku ini menagih utang ke rumah korban namun korban belum sempat membayar utang kepada pelaku,” ujarnya.

Sumber: inews.id

loading...
loading...