5 Fakta dan Kronologi Mutilasi Kasir Minimarket, Pelaku Diduga Kekasih Korban dan Keinginan Terakhir

by

Vera Oktaria (20) ditemukan tak bernyawa di dalam kamar sebuah penginapan, Jumat (10/5/2019).

Korban yang berprofesi sebagai kasir sebuah minimarket itu ditemukan dalam kondisi tidak memakai busana dan tangan terpotong.

Hingga Sabtu (11/5/2019), polisi menduga, pelaku mutilasi kasir minimarket tersebut merupakan sang kekasih yang berinisial DP. Saat ini, DP belum ditemukan alias masih kabur.

Berikut beberapa fakta serta kronologi terkait kasus mutilasi yang menimpa Vera Oktaria, dirangkum Tribunnews.com dari Tribun Sumsel.

1. Kronologi

Penginapan lokasi pembunuhan dengan cara mutilasi terhadap korban Vera Oktaria

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, penemuan mayat Vera Oktaria pertama kali diketahui pengurus penginapan, Jumat (10/5/2019).

Saat itu, Nurdin yang sedang menyapu lantai penginapan, mencium bau menyengat yang bersumber dari kamar 02.

Nurdin mengetuk pintu kamar dan mencoba membuka pintu, tetapi tidak ada respons.

“Setelah itu, saksi sempat menanyakan keberadaan tamu di kamar yang tidak kembali setelah membawa kunci,” ujar Supriyadi.

Karena curiga, Nurdin menghubungi Polsek Sungai Lilin.

Setelah Polsek Sungai Lilin datang dan kamar dibuka, ditemukan sesosok perempuan di atas ranjang dalam keadaan tidak mengenakan busana dan kondisi tangan terpotong.

2. Diduga Hendak Dibakar

Jenazah Vera Oktaria dibawa pihak keluarga menuju ke rumah duka, Sabtu (11/5/2019)

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan barang bukti berupa minyak tanah, obat nyamuk, dan korek api.

Polisi pun menduga, mayat korban mutilasi itu akan dibakar oleh pelaku.

“Diduga, pelaku ini mau membakar kamar dengan membuat timer menggunakan korek api, minyak tanah dan obat nyamuk,” ujar Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alviani.

Pentol korek yang ditempelkan ditempelkan di obat nyamuk, diduga sebagai timer.

Sehingga ketika kamar sudah ditinggal maka dengan sendirinya pentol korek akan terbakar dan menyulut api di tempat tidur.

Dari situlah, dengan timer yang dibuat dan ada minyak tanah di dalam kamar membuat kamar menjadi terbakar.

Dengan terbakarnya kamar, pelaku berharap jejak mereka akan hilang.

“Namun, ternyata, obat nyamuknya padam sehingga tidak sempat membakar pentol korek api yang menjadi pemicu api untuk membakar tempat tidur,” ungkapnya.

3. Pelaku Diduga Pacar Korban
Pelaku mutilasi Vera Oktaria hingga kini memang belum tertangkap. Namun, dugaan pelaku mutilasi kasir minimarket ini adalah pacar Vera Oktaria berinisial DP.

Dari penuturan orangtuanya, DP merupakan anggota TNI yang baru saja selesai pendidikan dan saat ini berada di Lahat.

Informasi yang dihimpun, DP merupakan siswa Dikjur Tamtama Infanteri Ridam II/SWJ.

Dikabarkan, DP sudah satu minggu disersi (meninggalkan tempat) dari Dodiklatpur Rindam II/Swj Baturaja.

Informasi terakhir, oknum siswa asal Kota Palembang yang sedang mengikuti pendidikan di Rindam II/Swj di Muara Enim ini meninggalkan Dodiklatpur pada malam hari sekitar seminggu lalu.

Bahkan atasan sudah melakukan pencarian keberadaan DP.

4. Korban Kerap Alami Tindakan Kekerasan Oleh Pelaku

Terlampau sedih, Suhartini (50) ibu kandung almarhum Vera Oktaria tak kuasa antarkan jenazah putrinya yang jadi korban mutilasi itu ke pemakaman.

Menurut ibu korban, Suhartini, pacar sang anak yang diduga sebagai pelaku pembunuhan memiliki sifat tempramental.

DP, kata Suhartini, pernah melarang Vera Oktaria untuk bekerja dan dianjurkan untuk berdiam di rumah.

“Anak aku pernah ngomong, kalo pacarnyo dak nyuruh dio begawe, malah disuruhnyo mendap (tinggal) di rumah,” kata Suhartini, Sabtu (11/5/2019).

Suhartini menuturkan, Vera telah menjalin hubungan dengan kekasihnya DP sejak masih duduk di bangku SMP.

Selama itu, Vera selalu merasa ketakutan dan gelisah dengan sikap pacarnya yang cenderung tempramental.

“Sebenarnya Vera sudah tidak mau lagi sama dia (DP). Soalnya pacarnya itu bengis orangnya, suka main tangan,” ungkapnya.

Kerap kali Vera bercerita pada Suhartini, dia telah menjadi korban kekerasan dari pacarnya.

“Terus saya bilang kenapa kamu tidak jerit kalau dia pukul kamu. Nggak bisa Mak, nggak ada yang mau nolong, kata Vera. Cuma di rumah ini, aku ngerasa aman mak,” ujarnya.

5. Keinginan Terakhir Korban
Kabar tewasnya Vera Oktaria menjadi perbincangan publik, terutama di media sosial.

Satu di antara akun Facebook bernama Vivi Halida yang mengaku teman Vera Oktaria membeberkan pesan terakhir korban yang dikirimkan padanya.

Vivi Halida memperlihatkan isi pesan terakhir Vera Oktaria via Instagram pada 5 Mei 2019 atau dua hari setelah Vera dinyatakan menghilang dan tak ada kabar pada 7 Mei 2019.

Dalam pesan tersebut, Vera Oktaria mengaku kangen dengan sahabatnya itu.

“Vi aku kangen dengar suara kau ngaji,” tulis Vera Oktaria pada 5 Mei pukul 12.10 AM.

Vivi Halida baru membalas pesan tersebut pada pukul 06.39 AM

” Hm Bebeb, aku kangen kau jgo,” tulisnya.

Isi pesan DM Vera Oktaria kepada Vivi Halida

Namun komentar tersebut hanya dilihat Vera Oktaria tanpa memberikan balasan lagi.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...