5 Batasan Bercanda Menurut Pandangan Islam

by

Setiap orang pernah mengalami kesedihan, dan salah satu obat penawar sedih adalah dengan tertawa.

Tertawa diperbolehkan dalam agama Islam, hal ini supaya pikiran kita kembali fresh, dan beban kesedihan pun hilang.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat juga melakukan candaan, supaya suasana lebih akrab dan menyenangkan.

Sayangnya, banyak yang menyalahartikan humor dengan siksaan terhadap orang lain. Membuat orang lain menderita hanya untuk tertawa. Lalu, bagaimana humor yang baik menurut agama Islam?

1. Tidak Menggunakan Kebohongan
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika melakukan candaan, selalu mengatakan kebenaran. Jadi, jangan menebar kebohongan hanya untuk membuat orang lain tertawa atau ditertawakan.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Celakalah orang yang berbicara dan berbohong agar orang-orang tertawa. Celaka dia. Celaka dia. Celaka dia.” (HR. Abu Daud No.4990 dan Tirmidzi No.3315)

2. Tidak Boleh Menghina Orang Lain
Humor yang dilakukan tidak boleh merendahkan, melecehkan, serta menghina orang lain. Namun, hal tersebut boleh dilakukan kecuali orang tersebut sudah rela dirinya ditertawakan.

3. Tidak untuk Menakuti dan Mengagetkan Orang Lain
Pernah mendengar istilah prank? Kurang lebih seperti prank, dimana kita tidak boleh mengagetkan atau menakuti orang lain, baik itu bergurau atau tidak.

Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, ia mengatakan,

Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam suatu perjalanan. Kemudian tiba-tiba seseorang mengantuk di kendaraannya. Maka salah seorang yang lain mengambil panah dari sarungnya sehingga lelaki yang mengantuk tadi terkejut dan takut. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak halal seseorang menakutkan seorang muslim”.” (HR. Ath-Thabrani)

Selain itu, ketika seseorang kaget kita tidak pernah tahu apa yang terjadi, mungkin saja dia punya penyakit jantung dan langsung kambuh ketika kaget. Bisa saja karena kaget ia justru lari sehingga kecelakaan atau terjatuh.

4. Bergurau Pada Tempat yang Tepat
Lihat kondisi tempat ketika akan bergurau. Jangan sampai ketika teman dilanda kesusahan, justru kita tertawa meskipun tidak menertawakannya, tapi hal tersebut dapat menyakitkan hati.

Di masjid juga tidak boleh bergurau, karena disana orang-orang beribadah, sehingga akan sangat mengganggu ketika ada yang bergurau.

5. Tidak Berlebihan
Lakukanlah gurauan yang sekedarnya, tidak berlebihan, karena ketika berlebihan akan menimbulkan hal yang tidak baik.

Ingat, Islam tidak melarang orang untuk bersenda gurau. Tapi, ada baiknya jika senda gurau dilakukan dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan.

Sadarkah bahwa di dalam senda guraumu, mungkin ada satu atau dua hati yang merasa terluka akibat candaanmu. Jadi, berhati-hatilah!

Sumber: infoberitaunikterbaru

Loading...
loading...
loading...