4 Fakta Kakak Beradik Perkosa Tetangga yang Masih di Bawah Umur, Korban Dicekoki Miras

by -1,669 views

Sungguh bejat kelakuan RT (27) dan DA (18). Kedua kakak beradik tersebut memperkosa seorang anak di bawah umur yang masih berusia 13 tahun.

Korban mereka cekoki dengan minuman keras dicampur obat batuk cair hingga korban tak sadarkan diri.

Perempuan tersebut bahkan sempat dinyatakan hilang karena tidak pulang selama dua hari. Simak selanjutnya:

1. Kakak Beradik Perkosa Tetangga
Peristia tersebut terjadi di Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Gadis malang tersebut awalnya berada di rumah tetangganya, kemudian diajak bertemu oleh kedua pelaku.

Korban kemudian dibawa ke rumah orang tua pelaku yang kondisinya sepi.

Setelah tiba di rumah pelaku, korban langsung diberi minuman obat batuk cair sebanyak sebanyak 15 sachet atau setengah gelas hingga korban tersebut tak sadarkan diri.

“Setela korban tak sadarkan diri, pelaku RT langsung menyetubuhi korban, lalu datang adiknya DA untuk sama-sama melakukan persetuhuhan,” kata Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Selamet saat ditemui di Mapolres Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Jumat (24/7/2020).

Aksi bejat kedua pelaku kaka beradik ini terjadi pada 30 Juni 2020 pada siang hari sekitar pukul 14.00 di rumah orangtua pelaku yang kondisinya sedang sepi.

“Di rumahnya (TKP) sedang tidak ada keluarganya, hanya ada mereka dan dilakukan saat kedua orangtuanya sedang tidak ada di rumah,” ucapnya.

2. Hilang 2 Hari
Menurut Yanto, keluarga perempuan tersebut sempat mencari keberadaan korban karena tidak pulang ke rumah selama dua hari.

“Korban sempat hilang dua hari, kemudian dicari oleh orangtuanya,” ujar Yanto.

Setelah korban ditemukan, kata Yanto, orangtuanya menanyakan kepada korban terkait hilangnya dia selama dua hari itu dan akhirnya terungkap bahwa korban telah menjadi korban asusila kedua pelaku.

“Setelah ditelusuri dan ditanya sama ibunya, barulah terungkap bahwa korban mengaku telah disetubuhi oleh kedua pelaku yang merupakan kakak beradik itu,” katanya.

Yanto menegaskan, korban tidak pulang selama dua hari karena dicekoki minuman keras (miras) yang dicampur dengan obat batuk cair hingga korban tak sadarkan diri.

Kemudian setelah pihaknya mendapat laporan, pelaku langsung diringkus polisi di rumahnya di Dusun Pangkalan, RT 3/5, Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong pada Kamis (23/7/2020) malam.

3. Pelaku dan Korban Saling Kenal
Rumah orangtua korban dengan rumah orangtua kedua pelaku itu berdekatan dan satu kampung, bahkan kedua orangtua mereka merupakan tetangga dalam satu kampung.

Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Selamet mengatakan, meski rumah orangtua korban dan rumah orangtua kedua pelaku berdekatan, tetapi mereka tidak ada hubungan keluarga.

“Mereka tidak ada hubungan keluarga, namun antara pelaku dan korban rumahnya satu kampung, berdekatan dan saling kenal,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Sumedang, di Mapolres Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Jumat (24/7/2020).

Saat disinggung, aksi bejat kedua pelaku kakak beradik itu sudah direncanakan, Yanto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap kedua pelaku.

“Terkait (aksi pelaku) direncanakan, kami masih melakukan pengembangan. Kalau untuk TKP-nya dilakukan di rumah orangtuanya pelaku,” kata Yanto.

4. Ditetapkan Sebagai Tersangka
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (1) dan atau ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk hukumannya, paling rendah 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” kata Yanto.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...