4 Fakta Dibalik Taruhan 1 Hektar Tanah Antara Pendukung Prabowo dan Jokowi yang Kini Viral di Sosial Media

by

Pemilu serentak memang baru akan diselenggarakan esok hari, 17 April 2019. Namun, kehebohan pemilu rupanya sudah terasa sejak 15 April 2019.

Pasalnya, viral foto 2 orang pria yang diketahui melakukan taruhanterhadap hasil pemilu yang baru akan diselenggarakan esok hari.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari unggahan akun Facebook Muh Asis Cambong yang memposting sebuah foto pada 15 April 2019.

Dalam foto viral yang telah dibagikan lebih dari 8,6 ribu kali di Facebook.

“Taruhan sudah Deal… — with Henrik Arhadi Nurdin,” tulis akun Facebook Muh Asis Cambong dalam keterangan fotonya.

Dalam potret yang diunggah, nampak 2 orang pria tengah berjabat tangan di sebuah tanah lapang.

Dibawahnya, nampak sebuah materai tertanggal 15 April 2019.

Uniknya, materai tersebut memuat perjanjian antara Henrik Arhadi dengan Muh Asis C, yang mempertaruhan tanah seluas 1 hektar dalam pemilu 2019.

Rupanya, kedua pria tersbeut mendukung pasangan calon Presiden yang berbeda.

Unggahan potret taruhan tanah seluas satu hektar anatara pendukung Prabowo dan Jokowi

Sementara itu, dikutip dari Tribun Sidrap, berikut 4 fakta dibalik taruhan viral tanah 1 hektar antara pendukung Prabowo dan Jokowi.

1. Sosok Kedua Pria yang Bertaruh
Hendrik adalah wirausaha pertanian. Usianya 30 tahun, sudah menikah dengan dua anak yang masih di bangku TK.

Hendrik terdaftar sebagai pemilih di TPS 03, Desa Empagae, Sidrap. Sedangkan, Abdul Aziz C terdaftar di TPS 02 desa yang sama.

Lawan tanding “taruhan” Hendrik adalah pamannya sendiri, Abdul Aziz C. Si paman berusia 39 tahun dan memiliki 4 anak, yang tertua sudah di tahun akhir sekolah dasar.

Seperti keponakan, sang paman juga petani sawah tadah hujan dan irigasi.

“Yang kacamata riben itu adalah adik kandungnya ibuku,” kata Hendrik melalui sambungan telepon, Senin (15/4/2019) petang.

2. Awal Mula Taruhan
Hendrik menceritakan inisiatif foto taruhan pilpres itu, Senin (15/4/2019) pagi.

“Kebetulan lapangannya dekat rumahji jadi kami langsung foto dan beli materai, baru diupload di FB,” ujar Hendrik.

Ternyata, setelah diupload habis salat Azhar, foto itu sudah viral. Di akun Facebook pamannya.

3. Tanah Taruhan, Ternyata Lapangan Desa yang Diabaikan
Tribun coba mengkonfirmasi kabar yang viral ini di media sosial ini.

Kwitansi taruhan tanah seluas satu hektar

“Perjanjiannya betul Pak, tapi tanahnya itu adalah lapangan desa yang sudah 10 tahun tidak diperhatikan sama pemerintah,” kata Hendrik, warga Desa Empagae, Kecamatan EmpagaE, sekitar 18 km sebelah timur Pangkajene, ibukota kabupaten Sidrap.

Tanah lapangan seluas 1 Ha itu dibangun secara gotong royong di awal masa pemerintahan Orde Baru.

Desa Empangae adalah penghasil beras utama di Sidrap. beberapa kali kelompok tani dari desa di bahu jalan Poros Makassar – Luwu ini meraih penghargaan pertanian , swasembada pangan, dan inovasi produktivitas pangan.

4. Tujuan Taruhan
Hendrik menjelaskan motifnya mengunggah foto taruhan itu, agar pemerintah dan presiden yang kelak terpilih menjadikan lapangan sepak bola ini pusat aktivitas warga.

“Susah 10 tahun kami ajukan proposal ke kepala desa, pak camat, pak bupati, dan caleg DPR, tapi sampai sekarang rumputnya masih tinggi,” ujar Hendrik.

Saat Hendrik masih SD hingga SMP, tanah lapangan yang kini jadi area gembala ternak sapi dan kambing itu, jadi pusat olah raga anak muda.

Dia dan pamannya berharap, jika Jokowi atau Prabowo kelak terpilih, bisa memprogramkan perbaikan lapangan sepak bola tingkat desa.

“Jangan anak muda nanti hanya tahu main mobile legend dan PS 4 tapi tidak tahu main bola asli,” katanya.

Sumber: hot.grid.id

Loading...
loading...
loading...