4 Fakta Arteria Dahlan: Tuding Emil Salim Sesat, Punya Hutang Rp8,8 Miliar

by

Nama Arteria Dahlan tengah viral di media sosial, bahkan menjadi trending topic di Twitter dengan 101 ribu cuitan.

Nama politisi PDI Perjuangan ini menjadi sorotan karena terlibat adu argumen dengan ekonom Emil Salim terkait Perppu KPK. Bahkan Arteria sempat menunjuk Emil dan menyebutnya sesat.

Debat Arteria dan Emil itu terjadi di program Mata Najwa TRANS7, Rabu (9/10) malam. Arteria awalnya bicara soal publik yang terhipnotis dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

“Publik ini nggak tahu, publik ini terhipnotis dengan OTT. Seolah-olah itu hebat, padahal janji-janjinya KPK banyak sekali di hadapan DPR yang sama sekali kita katakan 10 persen pun belum tercapai hingga saat ini,” kata Arteria dalam potongan video yang tersebar di Twitter.

Mantan menteri era Presiden Soeharto itu lantas membalas pernyataan Arteria, ia menyinggung soal ketua partai yang terjerat kasus di KPK.

“Apa semua ketua partai masuk penjara, apa itu tidak bukti keberhasilan KPK?” ujar Emil.

Potongan video itu pun ramai dibahas oleh warganet di Twitter, banyak yang menyayangkan sikap Arteria. Lalu siapakah sosok Arteria Dahlan? Berikut empat fakta tentang Arteria Dahlan.

1. Anggota DPR RI F-PDIP
Pada periode lalu, Arteria Dahlan menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI. Berasal dari Fraksi PDI-P, Arteria Dahlan membawahi bidang Hukum, HAM, dan Keamanan. Selain berprofesi sebagai politisi, Arteria Dahlan juga merupakan seorang pengacara.

Hasil penelusuran IDN Times, Arteria Dahlan merupakan pemilik Kantor Hukum Arteria Dahlan Lawyers. Di kursi parpol, Arteria Dahlan menjabat sebagai Ketua Badan Hukum dan Advokasi DPP PDI-P.

Pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1975 tersebut pernah menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum Ketatanegaraan Universitas Indonesia (UI) pada 2012-2014.

2. Pengacara Kondang Partner Kantor Hukum Bastaman & Co tahun 2005-2009
Arteria Dahlan menjabat sebagai pemilik Arteria Dahlan Lawyers sejak tahun 2009. Mengutip dari dpr.go.id, Arteria Dahlan juga menjadi partner di kantor hukum Bastaman & Co tahun 2005-2009.

Arteria lalu juga menjadi senior lawyer di kantor hukum tersebut tahun 2002-2005. Pada 2000-2002, Arteria Dahlan bekerja di kantor hukum Hutabarat, Halim & Rekan sebagai lawyer.

Pernah menempuh pendidikan di UI, Arteria juga sempat menjabat sebagai dewan penasihat di Lembaga Kajian Keilmuan FH UI pada tahun 1999-2015.

3. Terpilih Lagi Jadi Anggota DPR RI 2019-2024
Arteria Dahlan merupakan politisi PDIP yang kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Pria berusia 44 tahun itu maju dari daerah pemilihan Jawa Timur VI meliputi Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kota Blitar, dan Kota Kediri.

Dalam Pileg 2019, Arteria meraih suara yang cukup banyak, sebesar 108.259 yang mengantarkannya kembali ke Senayan. Lantas berapa harta kekayaan yang dimiliki Arteria Dahlan?

4. Arteria Ternyata Punya Utang Rp8,8 Miliar
Dari penelusuran IDN Times di situs elhkpn.kpk.go.id, Arteria Dahlan memiliki harta kekayaan senilai Rp13.523.825.426.

Kekayaan Arteria Dahlan terdiri dari dua bidang tanah dan bangunan yang merupakan hasil sendiri, senilai Rp18,5 miliar.

Ia juga lima unit mobil dan tiga motor dengan nilai Rp1.023.000.000. Aset lain yang dimiliki Arteria Dahlan adalah harta bergerak lainnya, Rp 685 juta serta kas dan setara kas Rp2.130.207.497.

Namun, Arteria Dahlan memiliki utang sebesar Rp 8.814.382.071 yang mengurangi jumlah asetnya.

Berikut daftar harta kekayaan yang dimiliki Arteria Dahlan:

  1. TANAH DAN BANGUNAN Rp 18.500.000.000
    • Tanah dan Bangunan Seluas 847 m2/600 m2 di BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 6.500.000.000
    • Tanah dan Bangunan Seluas 410 m2/600 m2 di KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp 12.000.000.000
  2. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 1.023.000.000
    • MOBIL, NISSAN X-TRAIL MINIBUS Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp 150.000.000
    • MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp 310.000.000
    • MOBIL, HONDA CR-V JEEP Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp 173.000.000
    • MOBIL, NISSAN SERENA MINIBUS Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp 152.500.000
    • MOBIL, HONDA ACCORD SEDAN Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp 225.000.000
    • MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 5.500.000
    • MOTOR, YAMAHA SEPEDA MOTOR Tahun 2007, HASIL SENDIRI Rp 4.000.000
    • MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR Tahun 2006, HASIL SENDIRI Rp 3.000.000
  3. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 685.000.000
  4. SURAT BERHARGA Rp —-
  5. KAS DAN SETARA KAS Rp 2.130.207.497
  6. HARTA LAINNYA Rp —-

Sub Total: Rp 22.338.207.497
UTANG: Rp 8.814.382.071
TOTAL HARTA KEKAYAAN: Rp 13.523.825.426

Sumber: idntimes.com

Loading...
loading...
loading...