3 Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Berdasarkan Hadits Shohih

by

Bulan suci Ramadhan menjadi bulan istimewa bagui umat muslim di seluruh dunia.

Sebab, pada bulan Ramadhan tersebut setiap aktivitas yang dilakukan merupakan bagian dari ibadah.

Berdasarkan hitungan kalender Hijriah, tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Senin (6/5/2019).

Artinya, pada Minggu (5/5/2019) malam nanti seluruh umat muslim sudah mulai melakukan Shalat Tarawih dimalam pertama.

Shalat Tarawih merupakan ibadah sunah yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan selama sebulan penuh.

Shalat Tarawih ini dilakukan setelah melaksanakan sholat Isya.

Ibadah Shalat Tarawih yang dilakukan selama bulan Ramadhan ini hukumnya sunah.

Melansir Islampos.com, Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

“Yang dimaksud dengan qiyamu Ramadhan adalah Shalat Tarawih, dan para ulama telah bersepakat bahwa Shalat Tarawih itu hukumnya mustahab (sunnah/dianjurkan).” (Lihat Syarh Shohih Muslim VI/282, Dan kitab Al-Majmu’ III/526).

Shalat sunah ini juga memiliki banyak keutamaan jika dilaksanakan dengan ikhlas dan khusyuk.

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, pahala shalat tarawih yang dilaksanakan secara ikhlas sama dengan pahala shalat semalam penuh.

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” [HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah,dan Nasa’i,)

Dan disebutkan dalam hadits lainnya

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

“Barang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai. maka ditulis untuknya shalat satu malam (suntuk).” (HR abu Dzar)

Berikut 3 keutamaan Shalat Tarawih dirangkum TribunnewsBogor.com dari berbagai sumber:

1. Diampuni Dosa yang Telah Lalu
Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa orang-orang yang melaksanakan shata tarawih.

Dikutip dari islampos.com, bagi siapa saja yang melakukan Shalat Tarawih dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dan ridho Allah semata. Bukan karena riya’ dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar amal kebaikannya oleh orang lain.

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (yakni shalat malam pada bulan zromadhon) karena iman dan mengharap pahala dan ridho Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat Tarawih.”

Ibnul Mundzir rahimahullah menerangkan berdasarkan nash (tekstual) hadits ini bahwa yang dimaksud: “pengampunan terhadap dosa-dosa yang telah lalu dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil.”

Sedangkan imam An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil saja.

Karena dosa-dosa besar tidaklah diampuni dengan sebab melakukan amal-amal Sholih, akan tetapi hanya dengan melakukan taubah Nasuha, yakni taubah yang sempurna.

2. Seperti Sholat Semalam Penuh
Barangsiapa melaksanakan shalat Tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya pahala seperti orang yang melakukan qiyamul lail semalam penuh.

Hal ini berdasarkan Hadits Shohih berikut ini:

Dari Abu Dzar rdhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (Tarawih) bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamul lail satu malam penuh.” (HR. An-Nasai no.1605, At-Tirmidzi no.806, Ibnu Majah no.1327, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh At-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 447).

Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.

3. Seutama-Utamanya Sholat
Ketiga, shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat. Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah.

Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya).

Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...