2 Prajurit Thailand Bunuh Warga Muslim Jadi Tersangka

by -311 views

Aparat penegak hukum Thailand dilaporkan menjerat dua tentara yang dilaporkan menembak mati tiga warga Muslim yang sedang merambah hutan di wilayah perbukitan Distrik Ra-ngae, Provinsi Narathiwat.

Angkatan Bersenjata Thailand mengakui prajurit mereka keliru karena mengira para perambah hutan itu adalah pemberontak di kawasan selatan yang bergolak.

Seperti dilansir AFP, Kamis (26/12), oditur militer menjerat kedua prajurit yang identitasnya dirahasiakan dengan delik pembunuhan.

Namun, mereka dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses penyelidikan.

“Kami akan menyelidiki kedua belah pihak supaya semuanya mendapat perlakuan yang sama,” kata Oditur Militer Mayjen. Narin Boosaman.

Kedua tentara itu dilaporkan menyerahkan diri setelah menembak mati tiga warga sipil tersebut.

Kawasan hutan itu memang dikenal sebagai lokasi persembunyian kelompok pemberontak karena medan yang sulit dan lebat.

Namun, kasus dugaan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap warga Muslim di selatan Thailand jarang diusut sehingga menyebabkan situasi impunitas.

“Kini ada sedikit harapan untuk keadilan, tetapi jalan itu masih panjang,” kata peneliti senior Human Rights Watch Thailand, Sunai Phasuk.

Kasus seorang tokoh masyarakat Muslim di selatan Thailand, Abdulloh Esormusor (34), meninggal setelah sempat koma usai diinterogasi pasukan setempat beberapa waktu lalu sampai saat ini juga belum menemukan titik terang.

Banyak yang menduga dia dianiaya sebelum meninggal.

Esormusor ditangkap aparat dan diinterogasi pada 21 Juli lalu. Tuduhannya adalah dia diduga terlibat kegiatan pemberontak.

Esormusor lantas dikabarkan pingsan saat diperiksa, kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, dengan diagnosa otaknya dipenuhi cairan.

Kelompok oposisi sudah berencana mempertanyakan kasus Esormusor kepada pemerintah dalam sidang di parlemen.

Sedangkan kelompok pegiat hak asasi manusia mencurigai kekerasan yang dilakukan oleh aparat militer yang menggelar operasi melawan milisi di selatan negara itu.

Konflik di kawasan selatan Thailand, yang sebagian besar penduduknya adalah etnis Melayu yang memeluk Muslim sudah terjadi sejak 2004.

Hingga saat ini tercatat pertikaian berdarah itu sudah menelan korban hingga 7000 nyawa.

Sumber: cnnindonesia.com

loading...
loading...