[12 November 2018] 7 Kali Gempa Guncang Sejumlah Wilayah Indonesia Termasuk Mamasa, Sulawesi Barat

by

Gempa masih melanda wilayah Indonesia hari ini, Senin (12/11/2018).

Berkekuatan di bawah 5 magnitudo, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah termasuk Mamasa, Sulawesi Barat, yang akhir-akhir ini sering digoyang gempa.

Sejak Minggu malam hingga Senin pagi setidaknya sudah terjadi 7 kali gempa.

Terbaru hingga pukul 07.56 WIB, wilayah Mamasa baru saja diguncang gempa 2,7 skala richter pada pukul 07.50 WIB.

Pusat gempa berada di darat, 30 km timur laut Mamasa dengan kedalamann 10 km.

Mengacu data yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), berikut gempa yang terjadi di wilayah Indonesia, sejak Minggu (11/11/2018) malam hingga Senin (12/11/2018).

#1

Gempa 3,2 SR  terjadi Minggu malam pukul 23.17 WIB di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.

Pusat gempa berada di darat, 17 km barat laut Palu dengan kedalaman 13 km.

2#

Gempa berkekuatan 4,3 magnitudo terjadi Minggu malam pukul 23.34 WIB di Mamasa.

Lokasi gempa berada di 2.87 LS, 119.41 BT. Pusat gempa berada di darat, 12 km timur laut Mamasa dengan kedalaman 10 km.

#3

Gempa 2,5 SR menggoyang wilayah Mamasa Minggu pukul 23.58 WIB.

Pusat gempa berada di darat, 32 km timur laut Mamasa. Gempa ini berada di kedalaman 10 km.

#4

Gempa bermagnitudo 3,7 mengguncang wilayah Lombok Utara pukul Senin dini hari pukul 00.30 WIB.

Lokasi gempa berada di koordinat 8.27 LS, 116.06 BT. Pusat gempa berada di laut, 26 km barat laut Lombok Utara dengan kedalaman 10 km.

#5

Gempa berkekuatan 3,1 SR mengguncang wilayah Mamasa pukul 00.44 WIB. Lokasi gempa berada di koordinat 2.64 LS, 119.37 BT.

Pusat gempa berada di darat, 30 km timur laut Mamasa dengan kedalaman 10 km.

#6

Gempa 3,0 SR mengguncang wilayah Mamasa pukul 06.47 WIB. Lokasi gempa berada di 2.69 LS, 119.33 BT.

Pusat gempa berada di darat, 24 km timur laut Mamasa dengan kedalaman 10 km.

#7

Gempa magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Mamasa pukul 07.50 WIB. Pusat gempa berada di darat, 30 km timur laut Mamasa dengan kedalaman 10 km.

Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masayarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menunggu informasi dari BMKG.

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...