Wajibkah Makan Dulu Sebelum Sholat Idul Fitri?

by

Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum wr. wb.

1. Saya baru mendapat informasi bahwa kalau kita mau melaksanaan shalat Idul fithri ternyata harus makan terlebih dahulu. Apa benar ya ustadz? Mohon dijelaskan beserta dalilnya juga.

2. Bagaimana dengan shalat Idu Adha, apakah juga harus makan terlebih dahulu?

Terima kasih atas jawaban ustadz. Wassalam

Jawaban:
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Sunnah Makan Dulu Sebelum Shalat Idul Fithri
Memang benar bahwa disunnahkan untuk makan pagi atau sarapan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Fithri. Ini berbeda dengan shalat Idul Adha dimana yang disunnahkan adalah puasa terlebih dahulu sebelum shalat Id.

Dasarnya adalah hadits berikut ini:

عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

Dari Anas bin Malik radliyallahuanhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau memakan beberapa kurma. (HR. Bukhari)

Namun karena hukumnya bukan kewajiban, seandainya kita tidak sempat makan dulu sebelum shalat tentu tidak mengapa hukumnya.  Dalam hal ini Al-Imam Asy-Syafi’i (w. 150 H) menuliskan dalam kitab beliau Al-Umm:

ونحن نأمر من أتى المصلى أن يأكل ويشرب قبل أن يغدو إلى المصلى فإن لم يفعل أمرناه بذلك في طريقه أو المصلى إن أمكنه فإن لم يفعل ذلك فلا شيء عليه ويكره له أن لا يفعل

Kami memerintahkan bagi yang mendatangi tempat shalat Ied untuk makan dan minum terlebih dahulu sebelum mendatangi tempat shalat. Bila tidak makan, kami perintahkan untuk makan di jalan atau di tempat shalat bila memungkinkan. Namun bila tidak, tentu tidak berdosa tetapi hukumnya makruh bila tidak dikerjakan.

Perlu juga dipahami bahwa kalau disebutkan Rasulullah SAW memakan kurma, maka yang dimaksud tidak lain adalah makan yang sebenarnya.

Dalam hal ini Rasulullah SAW sebelum berangkat shalat Idul-Fithr sarapan atau makan pagi terlebih dahulu.

Kurma adalah salah satu bahan makanan pokok sehari-hari orang Madinah, dan bukan sekedar makanan cemilan yang dimakan sebutir dua butir.

Sedangkan bagi kita, tentu boleh saja memakan kurma, namun sebenarnya maksud hadits di atas bukan makan kurma, melainkan makan pagi alias sarapan. Bisa saja wujudnya nasi uduk, nasi kebuli, bubur ayam, ketupat sayur dan semacamnya.

2. Sunnah Puasa Sebelum Shalat Idul Adha
Khusus shalat Idul Adha, disunnahkan sebelum berangkat atau mulai shalat, untuk makan terlebih dahulu. Kesunnahan itu didasarkan pada hadits berikut ini:

عَنْ بُرَيْدَةَ قال: كَانَ النَّبِيُّ لاَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَيَوْمَ النَّحْرِ لاَ يَأْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ نَسِيكَتِهِ

Dari Buraidah -radliyallahu’anhu- berkata, “Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tidak keluar pada Idul Fithri hingga makan terlebih dahulu. Adapun pada Idul Adha beliau tidak makan hingga pulang dari makan dari daging kurban sembelihannya.

Untuk itu shalat Idul Adha lebih utama apabila dipercepat mulainya. Salah satu hikmahnya, agar kita dapat segera melaksanakan penyembelihan hewan qurban, dan setelah itu bisa segera memakannya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sumber: rumahfiqih.com

Loading...
loading...
loading...