Tips Menjadi Istri yang Jago Mengolah Keuangan Keluarga Tanpa Ribet dan Ribut




Setiap suami pasti menginginkan istrinya terampil dalam mengelola keuangan keluarga sehingga penghasilan yang didapatkan menjadi berkah.

Sementara sudah bukan rahasia umum lagi bahwa perempuan memang mempunyai kecenderungan senang untuk berbelanja. Maka terkadang terjadi hal yang dilematis bagi sang istri antara keinginan berbelanja dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Jika istri bisa tepat mengatur prioritas, dan menghindari sifat boros maka keuangan keluarga akan aman. Namun jika istri kurang lihai dalam memilah prioritas dan bersikap boros, maka sebesar apapun penghasilan suami pasti akan timbul berbagai persoalan. Bisa jadi kemudian terlilit hutang yang kian hari kian menumpuk. Suami dan istri menjadi ribut. Suami menilai istri terlalu boros dan tidak amanah dalam mengelola keuangan.

Dalam mengelola keuangan keluarga, berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan sang istri dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran:

1. Kenali Dengan Baik Kondisi Keuangan Keluarga
Mengetahui kondisi keuangan keluarga sangat penting dilakukan. Ada baiknya pos-pos pemasukan dan pengeluaran ditulis, sehingga akan terlihat keperluan apa saja yang harus dipenuhi pada setiap bulannya.

2. Menyusun Rencana Keuangan Bulanan
Setelah mengetahui keadaan keuangan, sebaiknya disusun rencana keuangan untuk satu bulan ke depan. Sebagai  muslim, sebaiknya menganggarkan terlebih dahulu untuk berzakat, selanjutnya kebutuhan biaya rutin bulanan, konsumsi, tabungan, investasi, dan biaya lain-lain.

Buatlah anggaran belanja secara realistis, dan jangan juga terlalu ‘irit’, karena hal itu mungkin akan membuat Anda tertekan karena tidak bisa menikmati hidup. Kemudian pisahkan uang untuk berbagai keperluannya. Simpan segera di tempat yang berbeda. Anda dapat membeli beberapa amplop dan menuliskan pos nya disana.

Cara mudah ini cukup efektif untuk mengontrol pemakaian uang. Tentu saja Anda juga harus disiplin dalam pemisahan uangnya.

3. Meminimalkan Belanja Konsumtif
Belanja konsumtif seringkali menjadi virus dari rencana keuangan yang sudah disusun. Impulse buying adalah keinginan berbelanja seketika ketika melihat sesuatu yang sangat menyenangkan. Misalkan melihat diskon gede-gedean. Tips untuk meredam impulse buying adalah: jangan ambil keputusan di tempat, tinggalkan dulu barang tersebut dan cari barang lain.

Perilaku impulse buying bisa merusak rencana keuangan yang sudah disusun. Jangan boros dan jangan mudah terpengaruh bujuk rayu promosi

4. Kenali Dengan Baik Antara Keinginan Dan Kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesatu yang jika tidak dipenuhi maka akan menimbulkan dampak madharat bagi kita. Sementara keinginan adalah hal yang jika tidak dipenuhi tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Jika bisa mengidentifiaksi dengan baik antara kebutuhan dan keinginan maka skala prioritas dapat disusun dengan tepat.

5. Menabung
Anggaran untuk menabung sebaiknya tidak diporsikan diakhir akan tetapi di awal sebelum pengeluaran untuk konsumsi. Hal ini dilakukan untuk melatih diri bahwa tabungan merupakan sesuatu yang sangat penting dan harus diutamakan.

6. Berinvestasi
Tidak ada salahnya jika anggaran keuangan keluarga mencukupi, sebagian disisihkan untuk berinvestasi. Jika menabung lebih bersifat preventif dari keadaan yang tidak diinginkan, investasi adalah tindakan positif untuk menambah aset dan pemasukan keluarga. Contohnya: berinvestasi dalam bidang property atau usaha lainnya.

Segala hal yang menyangkut keuangan memang sangat sensitif. Tapi bila Anda mampu mengatasi hal tersebut, itu tanda Anda cerdas dalam hal pengaturan keuangan. Istri yang pandai mengatur keuangan keluarga adalah idaman para suami.

Seorang suami memberikan kepercayaan penuh kepada sang istri untuk mengatur semua penghasilan yang didapatnya. Maka janganlah kepercayaan yang diberikan menimbulkan kekecewaan suami. Be smart muslimah.

Semoga bermanfaat.

Oleh: Artis Hardiyati (Titis)

Sumber: ummi-online.com





Loading...
loading...
loading...