Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebanya dan Begini Cara Mengatasinya

by

Gangguan tidur enggak hanya terjadi pada orang dewasa saja, balita pun juga bisa mengalaminya. Kok bisa? Beda halnya dengan bayi, balita umumnya sudah punya pola tidur yang teratur.

Mereka pun bisa tidur malam lebih panjang tanpa terbangung. Nah, agar anak bisa tidur nyenyak, orangtua perlu tahu apa saja pemicu dari gangguan tidur ini.

1. Berkeringat
Sebagian anak bisa saja mengeluarkan banyak keringat saat memasuki fase tidur dalam atau periode tidur yang paling nyenyak. Di tahap ini, tubuhnya sedang memulihkan diri dan bersiap untuk menghadapi hal baru.

Ibu enggak perlu khawatir dari keringat yang berlebih ini. Cobalah untuk mengatur suhu ruangan agar lebih sejuk atau kenakan Si Kecil pakaian yang berbahan adem.

Kata ahli, bila kamar terlalu hangat, suhu tubuh anak pun akan meningkat, sehingga bisa membuat terbangun di malam hari. Nah, mendinginkan ruangan bisa membantu agar tidur lebih berkualitas dan nyenyak.

2. Enggak Tidur Siang
Biasanya anak berusia dua tahun sudah mulai menolak diajak tidur siang. Wajar kok, tandanya Si Kecil sudah siap mengurangi jam tidurnya karena jam tidur di malam hari sudah cukup panjang.

Kata ahli kedokteran tidur dari Rumah Sakit Anak, Boston, Amerika Serikat, anak balita sudah bisa terjaga dalam waktu yang lebih panjang di siang hari dibandingkan dengan bayi.

Andai anak masih sering tidur siang, wajar kok jika mereka sesekali menolaknya, sebab pola tidurnya memang masih bervariasi dari hari ke hari.

Ibu enggak perlu memaksa anak untuk tidur. Cukup kenali tanda-tanda anak yang membutuhkan tidur siang. Contohnya, bila Si Kecil jadi rewel karena kelelahan.

3. Terbangun di Tengah Malam
Meski sudah punya pola tidur yang teratur, terkadang anak balita juga bisa terbangun pada tengah malam. Biasanya, hal ini dikarenakan bila dirinya baru mempelajari keterampilan baru, misalnya berjalan.

Nah, inilah yang membuat mereka susah tidur karena terlalu fokus pada kemampuan baru yang didapatnya.

Enggak hanya itu, anak yang suka terbangun pada tengah malam juga bisa dikarenakan suasana lingkungan yang enggak kondusif. Misalnya, panas, bising, dan sebagainya.

4. Lapar
Karena pertumbuhannya yang sudah semakin pesat, kinerja otak balita akan bekerja lebih besar, bahkan dibandingkan dengan orang dewasa.

Dengan begitu, mereka membutuhkan glukosa sebagai sumber energi lebih banyak daripada orang dewasa. Nah, glukosa ini enggak lain diperoleh dari makanan. Makanya, jangan heran kalau anak akan terbangun pada tengah malam saat kelaparan.

5. Mimpi Buruk
Sama halnya dengan orang dewasa, mimpi buruk pada anak juga bisa membuatnya merasa takut dan cemas.

Biasanya, orang yang mengalami mimpi buruk, akan terbangun dari fase tidur nyenyaknya. Enggak cuma itu, mimpi buruk juga terkadang akan membuat mereka untuk sulit tidur kembali.

Tips Tidur Nyenyak

1.Buat Rutinitas Tidur
Sama halnya dengan orang dewasa, rutinitas tidur yang nyaman bisa membuat tidur Si Kecil jadi lebih nyenyak dan berkualitas, lho.

Setelah menentukan rutinitas tidur yang nyaman, tetaplah pada jadwal tersebut. Misalnya, membacakan buku, mencuci tangan dan kaki, menyanyikan lagu pengantar tidur, hingga mematikan lampu tidurnya.

2. Cukupi Kebutuhan Energinya
Agar enggak rewel di malam hari dan tidurnya bisa nyenyak, jangan sampai mereka kekurangan makan sepanjang hari. Dengan cara ini, mereka enggak akan terbangun pada malam hari dalam keadaan lapar.

3. Buat Perubahan
Jika Si Kecil terbiasa tidur terlalu larut, jangan langsung mengganti jam tidurnya. Cobalah buat perubahan secara perlahan.

Kamu bisa menggeser jam tidurnya sedikit lebih awal tiap malamnya, sampai kamu bisa menemukan waktu yang pas untuk dirinya.

4. Bawa ke Kamar Lebih Awal
Yang perlu diketahui, jangan terjebak dengan prinsip untuk membuat anak terus terjaga sehingga membuatnya lelah.

Nah, banyak ibu yang percaya kalau anak sudah terjaga dari siang hari, maka tidur malamnya akan semakin nyenyak. Enggak begitu, sebab kelelahan yang berlebihan justru akan membuat mereka sulit tertidur.

Sumber: halodoc.com

Loading...
loading...
loading...