Terapkan 2 Syarat Pokok Ini Agar Amal Ibadah Diterima Allah SWT




Semua insan tentu akan berharap atas semua amal ibadah mereka selama hidup di dunia bisa diterima di sisi Allah SWT. Berbagai macam amalan yang diperbuat dan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan, yang mana hal demikian hanya memiliki satu tujuan yang sama. Yakni mencari ridho Allah SWT semata. Sayangnya tidak semua amal perbuatan di dunia ini bisa diterima di sisi-Nya. Melainkan haruslah diikuti dengan syarat yang menjadikan amal tersebut diterima.

Hal tersebut memang berdasarkan tuntunan yang telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran dan Sunnah, Yang menjadi pedoman bagi umat manusia di bumi. Bahwasannya ada dua syarat penting yang akan menggiring semua amalan yang kita lakukan setiap hari, untuk dapat diterima dan diridhoi di sisi-Nya.

Maka selain setiap amal perbuatan dan ibadah ini memiliki rukun dan syarat tersendiri, ada dua syarat pokok yang tidak boleh dilupakan. Oleh karena itu, berikut 2 syarat  yang perlu diperhatikan agar setiap amalan yang kita terapkan bisa diterima di sisi Sang Maha Pencipta Alam Semesta.

Di dalam kitab suci Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 110 yang berbunyi : “ Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.”

Ayat di atas telah ditafsirkan oleh Imam Ibnu katsir, beliau berkata : “ Dua hal ini merupakan dua rukun amal yang diterima. (Jadi suatu amalan) harus ikhlas karena Allah dan sesuai dengan syari’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Untuk rujukan : Mudzakkirah fil ‘Aqidah, karya Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimy, hal: 9-12).

Untuk lebih detailnya, simak ulasan berikut ini:

1. Prinsip Keikhlasan
Salah satu kunci pokok akan setiap amal agar bisa diterima oleh Allah SWT adalah melakukan segala hal ikhlas karena Allah. Yang mana ketika seorang hamba yang beramal, hanya mengharap ridho dari Allah semata. Yakni tanpa dibarengi dengan sifat riya’ atau ingin dilihat orang, maupun sum’ah (ingin didengar orang lain), Serta tidak sekali pun berharap imbalan dan mencari pujian dari orang. Maka yang demikian itulah akan menghantarkan orang yang beramal tersebut, mampu mencapai syarat untuk diterima semua amalnya.

Oleh karena itu, betapa pentingnya untuk menumbuhkan rasa keikhlasan ini, agar nantinya mampu menjadi jiwa-jiwa yang mendapat naungan di sisi Allah SWT. Belajar setahap demi setahap memang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Yaitu mengenai apa yang kita lakukan hanyalah untuk menyelesaikan amanat dan mengharap ridho Allah semata.

2. Mengikuti Ajaran Rasulullah SAW
Rasulullah SAW merupakan sosok manusia yang dimuliakan dan patut untuk dijadikan suri tauladan bagi setiap umat yang berada di bumi. Berbagai ajaran beliau mampu menjadi petunjuk jalan untuk menggapai ridho Allah SWT.

Yang mana di antara ajaran –ajaran yang telah termaktub dalam kitab suci Al-quran, memang dijabarkan dalam hadits beliau sebagai penjelas dan wasiat bagi hamba yang beriman. Sehingga tak lupa pula bagi para sahabat dan ulama’ sebagai pewaris Nabi yang berperan menjadi pembimbing, Untuk mengarahkan dan meluruskan ajaran agama yang telah ditetapkan selama ini.

Di dalam kitab suci Al-Quran Surat Ali Imran ayat 31 yang berbunyi : ” Katakanlah (wahai Muhammad), Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah hendaklah kalian mengikutiku, niscaya Allah akan mencintai kalian, dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Oleh karena itu, Dalam beberapa syarat yang ada di setiap amalan baik, ada 2 hal pokok yang memang tidak boleh diabaikan. Di mana kedua hal tersebut memang merupakan faktor penting akan diterimanya setiap amal perbuatan manusia di dunia.

Sumber: asadenanyar.com





Loading...
loading...
loading...