Tata Cara Sholat Sunnah Dhuha dan Doanya Paling Lengkap

by

Shalat dhuha adalah merupakan shalat sunat muakad yang di laksanakanNya pada waktu yang telah di tentukan yaitu, muali dari terbitnya matahari sampai waktu jawal(menjelang waktu dzuhur).adapun bilangan rakaatnya muali dua rakaat sampai dua belas rakaat dan dalam pelaksanaannya bisa dua rakaat disatu salamkan  bisa juga empat rakaat dalam satu kali salam.

Shalat dhuha bisa di laksanakan secara perorangan (munparid) atau di berjamaahkan, namun kalau di berjamaahkan jangan pakai iqomat. tapi yang paling utama dilaksanakannya secara perorangan. Shalat dhuha bisa di kenal dengan shalat memohon rizqi kepada Alloh swt. barang siapa yang ingin di jembarkan rizqiNya oleh Alloh swt maka kita sering-sering melaksanakanNyan.

Maka dengan hal seperti itu Admin disini akan berbagi ilmu tentang tata cara shalat dhuha dan doanya barang kali ada diantara kita semua yang masih belum paham atau lupa lagi tata caran dan doanya maklum kita manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan dan kehilapan, nah untuk itu mari kita perhatikan tata caranya insya Alloh akan kami terangkan secara rinci di bawah ini:

Cara Melaksanakan Shalat Dhuha:
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan dengan cara Munfarid (tak berjamaah), caranya sebagai berikut:

Niat shalat dhuha didalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram:

  • “Ushalli sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
    Artinya: “Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala”
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam Al-qur’an. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat ke-2 surat al-Lail
  • Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  • I’tidal dan membaca bacaannya
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
  • Sujud ke-2 dan membaca tasbih tiga kali
  • Sesudah rakaat kesatu selesai, melaksanakan rakaat ke-2 layaknya seperti di atas, seterusnya
  • Tasyahhud akhir sesudah selesai sehingga membaca salam dua kali.

 

Rakaat-rakaat seterusnya dilakukan sama seperti sampel di atas.

Bacaan Doa Sholat Dhuha Kumplit Bahasa Arab – Bahasa Indonesia dan Artinya

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya:
“Ya Alloh, sesungguhnya kala dhuha yakni saat Dhuha-Mu, keagungan merupakan Keagungan-Mu, keindahan yakni Keindahan-Mu, kemampuan yaitu Kekuatan-Mu, penjagaan merupakan Penjagaan-Mu, Ya Alloh, bila rezekiku berada diatas langit sehingga turunkanlah, seandainya berada di dalam bumi sehingga keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, bila jauh dekatkanlah dgn kebenaran Dhuha-Mu, Kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yg Engkau datangkan pada Hamba-hambaMu yg soleh”

Keutamaan dan Keistimewaan Shalat Dhuha
Ada tidak sedikit Hadits Rasulullah saw yg membahas mengenai keutamaan shalat Dhuha, sekian banyak di antaranya:

1. Sedekah Bagi Semua Persendian Badan Manusia
Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra, dirinya bicara bahwa Nabi Muahammad saw bersabda : “Di tiap-tiap sendiri seseorang dari anda terdapat sedekah, tiap-tiap tasbih (ucapan subhanallah) yakni sedekah, tiap-tiap tahmid (ucapan alhamdulillah) yakni sedekah, tiap-tiap tahlil (ucapan lailahaillallah) merupakan sedekah, tiap-tiap takbir yakni sedekah, menyuruh terhadap kebaikan ialah sedekah, mencegah dari kemungkaran ialah sedekah. dan dua rakaat Dhuha dikasih pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (Keuntungan) yang Agung
Dari Abdullah Badan Intelijen Negara `Amr Badan Intelijen Negara `Ash radhiyallahu `anhuma, beliau bersabda : “Rasulullah saw mengirim suatu pasukan perang. Nabi saw bersabda : “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka hasilnya saling berkata menyangkut dekatnya maksud(area) perang dan sebanyak ghanimah (keuntungan) yg bakal diperoleh dan segera kembali (lantaran dekat jaraknya).

Dulu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian saya perlihatkan pada maksud paling dekat dari mereka (musuh yg bakal diperangi), paling tidak sedikit ghanimah (keuntungan) nya dan langsung kembalinya? Mereka menjawab; “Ya! Rasul bersabda lagi : “Barangsiapa yg berwudhu’, selanjutnya masuk ke dalam masjid buat laksanakan shalat Dhuha, beliau lah yg paling dekat tujuanannya (lokasi perangnya), lebih tidak sedikit ghanimahnya dan lebih segera kembalinya.” (Shahih Al-Targhib : 666)

3. Suatu Rumah di Surga
Bagi yg rajin mengerjakan shalat Dhuha, sehingga dirinya bakal dibangunkan suatu rumah di dalam surga. Faktor ini dijelaskan dalam suatu hadits Nabi Muahammad saw : “Barangsiapa yg shalat Dhuha jumlahnya empat rakaat & empat rakaat diawal mulanya, sehingga dirinya bakal dibangunkan suatu rumah di surge.” (Shahih Al-Jami` : 634)

4. Memperoleh Ganjaran di Sore Hari
Dari Abu Darda’ ra, dia berbicara bahwa Rasulullah saw bersabda : “Allah ta`ala berfirman : “Wahai anak Adam, shalatlah Untuk-Ku empat rakaat dari awal hri, sehingga Saya dapat mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) terhadap sore harinya” (Shahih Al-Jami : 4339).

Dalam satu buah riwayat serta disebutkan : “Innallaa `azza wa jalla yaqulu : Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika” (“Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla bicara : “Wahai anak Adam, cukuplah Bagi-Ku empat rakaat di awal hri, sehingga saya dapat mencukupimu di sore harimu”).

5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yg ke luar dari rumahnya dalam kondisi bersuci buat melakukan shalat wajib, sehingga pahalanya seperti seseorang yg laksanakan haji. Barangsiapa yg ke luar buat lakukan shalat Dhuha, sehingga pahalanya seperti orang yang laksanakan umrah.”(Shahih Al-Targhib : 673).

Dalam satu buah hadits yg lain disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yg mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, selanjutnya beliau(sesudah usai) duduk mengingat Allah sampai terbit matahari, dulu beliau shalat dua rakaat (Dhuha), beliau memperoleh pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih Al-Jami` : 6346).

6. Ampunan Dosa
“Siapa pula yg jalankan shalat dhuha dgn langgeng, bakal diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu banyaknya buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Sekian yang kami dapat sampaikan tentang Tata Cara Shalat Dhuha dan Do’anya semoga dengan adanya artikel kami ini ada manpaatnya bagi kita semua.

Sumber: najwa03.blogspot.co.id

Loading...
loading...
loading...