Suami Menyuruh Menggugurkan Kandungan, Apa yang Harus Istri Perbuat?

by

Pertanyaan:
Assalamualaikum Wr. Wb. Ustadz/Ustadzah,
Nama saya Yanti, usia 37 tahun. Mohon penjelasannya hukum tentang istri yg tdk taat perintah suami saat suami menyuruh untuk menggugurkan kandungan (aborsi).

Waktu itu saya telat mens 3minggu dan suami menyuruh untuk menggugurkan kandungan. Awalnya saya memang sempat panik dan berusaha utk meminum segala macam jamu dan obat2an utk menggugurkan janin. Dengan pertimbangan anak kedua kami masih berusia dibawah 2 tahun.

Namun setelah mencoba dan tdk berhasil akhirnya saya sadar, klo sampai terjadi apa2 dgn janin yg saya kandung, justru saya yang akan berdosa kelak. Saya pun memutuskan utk tetap merawat janin yg ada dlm kandungan saya.

Sekarang ini usia kandungan saya masuk 29 minggu. Ternyata suami masih ttp tdk menginginkan janin ini. Bahkan dia mendiamkan saya dan menganggap saya bukanlah istrinya.

Dia sdh merasa tdk dihargai pendapatnya sbg suami krn saya ttp merawat kandungan saya. Sehingga saya benar2 penuh tekanan menjalani kehamilan ini. Krn dia sama sekali tdk mau ikut campur dan bertanggung jawab. Malah terus menerus menyalahkan saya.

Mohon penjelasan dari Ustadz/Ustadzah. Apa yg hrs saya lakukan? Bahkan saya juga pernah meminta dia utk menceraikan saya drpd dia perlakukan saya seperti skrg ini.  Terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Jawaban:
Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Anak adalah salah satu rezeki dan nikmat terbesar yang Allah berikan pada manusia. Allah befirman,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا …

“Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia …” (QS al-Kahfi: 46).

Rasulullah saw juga mendorong umatnya untuk menikah agar memiliki keturunan. Beliau bersabda, “Menikahlah dan berketurunanlah!”

Sehingga ketika seseorang mendapatkan kehadiran anak, berarti ia mendapatkan karunia yang besar dari Allah Swt.

Karena itu, kehadiran anak harus disambut dengan gembira; bukan dengan rasa kecewa, penyesalan, dan apalagi upaya untuk menggugurkannya.

Menggugurkan anak atau janin yang berada dalam kandungan merupakan sebuah perbuatan dosa. Bahkan bila janin tersebut sudah ditiupkan ruh, maka hal itu merupakan dosa besar karena berarti membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan.

Dalam hal ini kalau seorang suami tetap memaksa untuk menggugurkan kandungan, maka isteri tidak boleh taat. Rasul saw bersabda, “Tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khalik (Allah).”

Yang harus dilakukan oleh isteri adalah menasihati dan mengingatkan suami dengan cara yang baik dan penuh hikmah. Kemudian mendoakannya agar mendapat hidayah dan petunjuk dari Allah. Bisa pula meminta pihak lain untuk mengingatkan suaminya.

Bila berbagai cara sudah ditempuh sementara suami tetap ngotot agar sang isteri menggugurkan kandungan dan si isteri mengkhawatirkan bahaya pada diri dan janinnya, maka isteri bisa mengadukan suaminya ke pengadilan.

Namun  demikian, kami berharap ada solusi terbaik yang Allah berikan kepada Anda berdua. Manusia hanya berusaha sesuai dengan rambu-Nya, Allah yang menentukan.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber: syariahonline.com

Loading...
loading...
loading...