Seperti Ini Sifat Wudhu Nabi Muhammad




Shalat merupakan tiang agama dan merupakan ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, dan tidaklah sempurna (sah) shalat seseorang jika tidak sempurna wudhunya. sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam:

لاَيَقْبَلُ الله ُصَلاَةَ بِغَيْرِ طَهُوْرٍ

”Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menerima shalat tanpa bersuci (berwudhu). [HR. Muslim]

Hal ini juga sesuai dengan salah satu kaidah ushul fiqih yaitu: ” Sesuatu yang tidak sempurna dengannya sebuah kewajiban kecuali dengannya maka ia adalah wajib.”

Setelah kita mengetahui bahwasanya wudhu merupakan salah satu diantara syarat sahnya shalat. Maka wajib bagi kita untuk mengetahui tata cara wudhu yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus sholih.

Tata Cara Wudhu Rasulullah

1. Berniat dalam hati dan tidak melafalkannya dengan jahr(bersuara) kemudian mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ

” Dengan menyebut nama Allah [HR. Ahmad dan lainnya].

2. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali, sambil menyela-nyela jari tangan.

3. Berkumur-kumur, dan dibarengi dengan beristinsyaq
Yaitu memasukkan air kedalam hidung kemudian Berinstinsyar yaitu mengeluarkannya. dan disunnahkan untuk bersungguh-sungguh  dalam melaksanakannya kecuali jika dalam keadaan puasa, karena dikhawatirkan air tersebut akan tertelan. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

وَباَلِغْ فِي الإِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِماً

”Dan bersungguh-sungguhlah (kalian) ketika istinsyaq kecuali jika kamu sedang berpuasa. [HR. Abu Dawud]

4. Membasuh wajah sebanyak tiga kali sebagaimana firman Allah:

فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ

”maka basuhlah mukamu.” [QS-al Maidah: 6]

Dan batasannya adalah: Dari pangkal tumbuhnya rambut hingga ujung dagu atau jenggot dan dari telinga kanan hingga telinga kiri, dan dianjurkan untuk menyela-nyela jenggot dengan jari-jemarinya ketika membasuh wajah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam  ketika beliau berwudhu.

5. Membasuh kedua tangan masing-masing sebanyak tiga kali sampai siku-siku, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَأَيْدِيْكُمْ إِلَى المَرَافِقِ

“Dan basuhlah kedua tanganmu sampai dengan siku.” [QS. al Maidah: 6]

6. Mengusap kepala dan kedua teling sekali saja, dimulai dari bagian depan kepala kemudian kebelakang lalu kembali kedepan, kemudian membasuh kedua telinga dengan sisa air ditangan.

7. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak tiga kali, berdasarkan firman Allah k:

وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Dan basuhlah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki [QS. al Maidah: 6]

Dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki itu hukumnya wajib berdasarkan firman Allah diatas, dan adapun bagi orang yang kaki atau tangannya buntung (putus) baik salah satu atau keduanya, maka hendaknya ia membasuh bagian yang tersisa dari kaki atau tangannya, dan apabila tangan atau kakinya putus seluruhnya maka dia membasuh ujungnya.

8. Dan setelah selesai berwudhu di sunnahkan membaca do’a:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَلَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

” Aku bersaksi tidak ada illah yang berhak disembah kecuali allah, Dan aku bersaksi bahwa Muhammad  adalah hamba dan utusan-Nya, Ya Allah jadikanlah aku termasuk golongan orang yang bertaubat dan mensucikan diri. [HR. Muslim dan Tirmidzi].

Wajib membasuh seluruh anggota wudhu sekaligus, tidak boleh mengakhirkan dalam membasuh salah satu anggota wudhu, hingga (anggota) yang di basuh sebelumnya mengering. Dan setelah itu diperbolehkan mengeringkannya dengan handuk atau yang lain nya.

Keutamaan-keutamaan Wudhu’
Di dalam wudhu terdapat keutamaan-keutamaan yang sangat banyak diantaranya adalah:

Pertama, kecintaan Allah bagi orang-orang yang bersuci. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” [QS. al-Baqoroh: 222]

Kedua, bahwasanya Allah menjadikan wudhu sebagai pertanda seseorang di hari kiamat kelak, dan ini dikhususkan hanya bagi umat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam berikut ini:

إِنَّ اُمَّتِيْ يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِياَمَةِ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِِ

“Sesungguhnya umatku akan di panggil pada hari kiamat dengan cahaya (putih) dari bekas-bekas berwudhu” [HR. Bukhari dan muslim]

Ketiga, berwudhu merupakan salah satu cara yang dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dari seorang hamba.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ هَكَذَا غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang ber wudhu seperti ini, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”

Keempat, dengan berwudhu seseorang akan diangkat derajatnya oleh Allah ta’ala.

Kelima, berwudhu adalah salah satu cara untuk mendapatkan surga Allah yang mulia.

Sunnah-sunnah Wudhu’

1. Bersiwak
Disunnahkan bagi seorang muslim bersiwak sebelum wudhu berdasarkan sabda Rasulallah  shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَوْ لاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu”

2. Mencuci Kedua Telapak Tangan Sebelum Berwudhu’
Kecuali setelah bangun tidur, maka hukumnya menjadi wajib, karena memungkinkan pada keduanya terdapat najis yang tidak diketahui. Sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ وَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتىَّ يَغْسِلَهَا ثلاَثاً، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدَاهُ

“Jika salah seorang diantara kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah memasukkan tangannya kedalam bejana sehingga ia mencucinya tiga kali, sesungguhnya dia tidak mengetahui dimana tangannya bermalam (dimana letak tangannya sewaktu tidur).”

3. Bersungguh-sungguh Ketika Beristinsyaq (Memasukkan Air Kedalam Hidungnya), Kecuali Ketika Sedang Berpuasa

4. Menyela-nyela Jenggot Dengan Jari Ketika Membasuh Wajah, Jika Jenggotnya Tebal

5. Menyela-nyela Jari-jemari Ketika Mencuci Kedua Tangan dan Kaki
Sebagaimana sabda Nabi  shalallahu ‘alaihi wa salam:

وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ

“Dan sela-sealah diantara jari-jemari”

6. Mendahulukan Bagian yang Kanan Sebelum yang Kiri

7. Membasuh Setiap Anggota Wudhu’ Sebanyak Dua atau Tiga Kali dan Tidak Lebih Dari Itu
Sebagaimana sabda Rasulallah shalallahu ‘alaihi wa salam yang artinya:

“Barang siapa yang melakukan lebih dari ini (tiga kali), sungguh dia telah berbuat kejelekan atau kedholiman.” [ HR. Abu Dawud ]

kecuali mengusap kepala dan telinga maka itu dilakukan sekali saja.

Pembatal-pembatal Wudhu’

  1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan ( kemaluan ) yakni buang air besar atau buang air kecil.
  2. Angin yang keluar dari dubur (kentut).
  3. Hilangnya akal, karena penyakit gila, tidak sadarkan diri (pingsan), mabuk dan tidur nyenyak.
  4. Menyentuh kemaluan dengan dibarengi syahwat,baik kemaluannya sendiri ataupun orang lain. sebagaimana sabda nabi  shalallahu ‘alaihi wa salam:
    مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأَ

    “Barang siapa yang menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu.”
  5. Memakan daging onta Karena ketika Rasulallah  shalallahu ‘alaihi wa salam ditanya: “Apakah orang yang makan daging onta harus berwudhu?” beliau menjawab: “Ya.” [HR. Muslim]. Akan tetapi meminum susu onta tidak membatalkan wudhu dan untuk kehati-hatian hendaknya seseorang berwudhu setelah meminum kuah daging onta.

Demikianlah penjelasan singkat tentang sifat wudhu Nabi  shalallahu ‘alaihi wa salam. sebagaimana yang Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wa salam ajarkan kepada ummat nya didalam Al-Quran dan sunnah.

Dan tidak ada perkataan yang paling haq (benar) dan paling bagus selain al-quran, dan tidaklah Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wa salam menyampaikan sesuatu syariat atau ajaran kecuali sebagaimana yang telah Allah ta’ala wahyukan kepadanya.

Mudah-mudahan kita selalu diberi kemudahan untuk mengamalkannya dan selalu diberi taufiq dan hidayah-Nya. Amiin.

Sumber: seindahsunnah.com




Loading...
loading...
loading...