Razan Al-Najjar Akan Umumkan Pertunangannya Akhir Ramadhan, Peluru Israel Lebih Dulu Menyambutnya

by

Razan Najjar adalah seorang relawan tenaga medis Palestina. Ia menghembuskan napas terakhirnya ketika tengah mengobati seorang demonstran Palestina yang terluka.

Razan najjar melihat seorang pria tua terluka pad abagian kepala setelah terkena pukulan kaleng gas air mata.

Menteri Kesehatan Palestina mengatakan Razan dan paramedis lainnya yang mendekati daerah pagar telah mengangkat tangan setinggi-tingginya.

Jarak Razan dari pagar tersebut adalah 100 yard, ia membalut pria tua yang terluka itu. Seragam putih paramedis yang ia kenakan menunjukkan identitasnya.

Kemudian, peluru menghantam tubuh Razan, ia jatuh ke tanah. Tangis dan kepedihan mendalam mengantar kepergian Razan Najjar untuk selama-lamanya.

Sebelum ajalnya menjemput, Razan Najjar sempat mengatakan keinginannya.

Melansir dari New York Times, wanita berumur 21 tahun itu ingin membuktikan bahwa wanita juga mampu ikut serta membantu di bidang medis.

“Pekerjaan paramedis bukan hanya untuk laki-laki tetapi perempuan juga bisa melakukannya,” ujar Razan saat diwawancarai di camp Gaza.

Tiga peluru yang ditembakan oleh tentara Israel menembus bagian dada Razan Najjar.

Kematian Razan menambah daftar korban yang jatuh akibat aksi protes Palestina dan Israel.

Razan tercatat sebagai korban ke-119 sejak protes yang dimulai pada bulan Maret.

Perserikatan Bangsa-bangsa mengatakan penembakan staf medis merupakan tindakan tercela. Israel memberikan penjelasan bahwa pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut.

Dalam video yang beredar, ibunda Razan, Sabren Najjar memeluk rompi medis anaknya yang telah berlumuran darah.

“Ini senjata anakku saat melawan Zionis,” ujarnya.

Sabren Najjar juga menunjukkan dua gulungan pembalut yang belum dibuka. Gulungan pembalut tersebut ditemukan di dalam rompi itu.

“Ini (gulungan pembalut) adalah amunisinya,” katanya.

Kematian Razan Najjar adalah kematian yang tragis. Razan telah merencanakan mengumumkan pertunangannya beberapa minggu kemudian.

Namun, ajal lebih dulu menjemputnya. Pria beruntung yang akan bertunangan dengannya adalah relawan pekerja ambulans, Izzat Sahtat.

Pria berumur 23 tahun itu akan mengumumkan pertunangannya dengan Razan pada akhir bulan Ramadhan.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...