Raja Salman Cuma Punya 1 Putri Kandung, Berhijab dan Punya Kebiasaan Unik Seperti Ini




Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud (81) memiliki 13 orang anak hasil pernikahannya dengan tiga orang perempuan. Pernikahan pertamanya dengan Sultana binti Turki Al Sudairi.

Dari pernikahan pertama ini, Raja Salman memiliki enam orang anak, namun dua di antara meninggal dunia. Keenam anak Raja Salman dari istri pertama, yakni:

  1. Pangeran Fahd
  2. Pangeran Ahmed
  3. Pangeran Sultan
  4. Pangeran Abdulaziz
  5. Pangeran Faisal
  6. Putri Hassa

Selanjutnya, Raja Salman menikah lagi, dengan Sarah binti Faisal Al Subai’ai. Dari pernikahan kedua ini, dia dianugerahi seorang putra bernama Pangeran Saud. Terakhir, Raja Salman menikah untuk kali ketiga, dengan Fahda binti Falah bin Sultan Al Hithalayn.

Dari pernikahan ketiganya, pemilik nama lengkap Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Mohammed bin Saud ini dianugerahi enam putra, yakni:

  1. Pangeran Mohammed
  2. Pangeran Turki
  3. Pangeran Khalid
  4. Pangeran Naif
  5. Pangeran Bandar
  6. Pangeran Rakan.

Lalu, Manakah Wajah Putri Hassa?
Saat dicari melalui Google Images, memang sulit untuk menemukan foto-foto, berbeda dengan foto-foto putri dari Kerajaan Arab Saudi lainnya.

Namun, sebuah foto wanita berjilbab dan memakai penutup wajah yang terpampang pada situs berita Newscrunch.in, diduga kuat foto Putri Hassa.

Foto itu dipasang pada berita berjudul ‘Princess Hassa flees Paris after bodyguard arrested for murder attempt – she is daughter of King of Saudi Arabia’ atau ‘Putri Hassa Melarikan Diri dari Paris Setelah Pengawalnya Terlibat Upaya Pembunuhan – Dia Anak Raja Saudi Arabia’.

Memang sulit untuk mendapatkan foto Putri Hassa sebab dia pernah marah ketika difoto oleh seorang pelukis menggunakan telepon genggam di apartemennya, di Avenue Foch, Paris, Perancis.

Saking marahnya, dia diduga memerintahkan pengawalnya untuk membunuh pelukis terebut. Pelukis diduga berencana akan menjual gambar itu pada media.

Peristiwa ini terjadi pada September 2016 atau sekitar lima bulan lalu. Sang pengawal kemudian ditangkap di Paris dan kini sedang menjalani hukuman.

Jika terbukti bersalah, sang pengawal akan menghadapi kasus pidana dengan tuduhan yang sangat serius.

Dia juga menghadapi sejumlah tuduhan termasuk kekerasan dengan senjata api, penculikan dan bersekongkol melakukan penculikan.

Sementara itu, Putri Hassa melarikan diri dari Paris menggunakan kekebalan diplomatiknya.

Sumber: tribunjualbeli.com





Loading...