Rahasia Penciptaan Surga dan Neraka




Kehidupan dunia hanyalah sementara. Sebab kehidupan yang kekal abadi berada di akhirat kelak. Dimana terdapat surga dan neraka sebagai tempat kembalinya manusia berdasarkan amal ibadah yang diperbuatnya semasa di dunia.

Bila surga diperuntukkan bagi orang-orang yang senantiasa menjalankan kewajibannya, maka neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang lalai dan gemar berbuat maksiat. Selain itu surga dan neraka merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang paling awal. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan, surga dan neraka telah terlebih dahulu ada.

Namun ternyata ada sebuah rahasia dibalik penciptaan surga dan neraka. Bahkan malaikat Jibril pun merasa khawatir dengan adanya rahasia tersebut. Lantas, apakah rahasia tersebut ? Berikut uraian selengkapnya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Ketika Allah SWT menciptakan surga dan neraka, Ia mengutus Malaikat Jibril untuk melihat surga. Dimana Allah SWT berfirman, “Lihatlah surga dan lihatlah apa saja yang telah Aku sediakan untuk para calon penghuninya.” Maka Jibril pun mendatangi surga, kemudian ia melihat ke surga dan kepada apa yang telah Allah Ta’ala sediakan untuk para calon penghuninya.Lalu kemudian Jibril kembali kepada Allah SWT dan berkata, “Demi keperkasaan-Mu, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang surga kecuali dia pasti ingin memasukinya.”

“Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan agar surga dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci, kemudian Allah SWT kembali berkata kepada Jibril, “Kembalilah ke surga dan lihatlah serta lihat pula apa yang telah aku sediakan bagi para calon penghuninya.” Lantas Jibril pun kembali ke surga, saat itu surga telah dikelilingi oleh perkara yang tidak di sukai. Kemudian ia kembali kepada Allah SWT dan berkata, “Demi keperkasaan-Mu, sungguh aku takut kalau tidak akan ada seorang pun yang mau memasukinya.”

“Maka Allah SWT berfirman, “Pergilah engkau ke neraka, lihatlah ke neraka dan kepada apa yang telah Aku persiapkan untuk para calon penghuninya.” Maka Jibril pun pergi ke neraka, dilihatnya lah neraka, sebagiannya menghantam sebagian yang lain. Kemudian Jibril kembali dengan berita tersebut dan berkata, “Demi keperkasaan-Mu, tidaklah ada seorang pun yang mendengar tentang neraka lalu ia berminat memasukinya.”

“Lalu kemudian Allah SWT memerintahkan agar neraka dikelilingi oleh hal-hal yang diingini oleh hawa nafsu, kemudian Allah Ta’ala berfirman, “Kembalilah ke neraka.” Maka Jibril pun kembali ke neraka, lalu ia berkata, ” Demi keperkasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada yang selamat dari neraka terkecuali ia pasti memasukinya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ath-Tirmidzi)

Dari hadits ini bisa kita ketahui bahwa surga dan neraka sesungguhnya telah tercipta. Bahkan surga menjadi tempat tinggal pertama Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa. Mereka tinggal dengan penuh kesenangan dan kenikmatan di dalam surga, sebelum akhirnya diturunkan Allah SWT ke bumi sebagai khalifah di muka bumi.

Suasana dan segala kenikmatan yang ada di surga merupakan sebuah perkara yang belum pernah dilihat oleh mata dan tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan duniawi dan merupakan penawaran yang sangat menggiurkan bagi siapa saja yang menjalankan kewajibannya.

Surga digambarkan dengan segala keindahannya, dimana tanahnya adalah wewangian misik dan ja’faron, kerikilnya adalah batu dan permata. Di dalamnya mengalir empat macam sungai, yaitu sungai madu yang murni, sungai susu yang nikmat, sungai arak yang  tidak memabukkan dan sungai air segar yang murni.

Pohon-pohon yang ada di surga berbatang emas dan mampu menaungi perjalanan 100 tahun lamanya. Buah-buahannya sangat banyak dengan rasa yang sangat lezat. Bahkan di dalam surga juga disediakan bidadari-bidadari yang wangi dan cantik rupawan beserta pelayan-pelayan yang laksana mutiara.

Akan tetapi, surga yang sedemikian indahnya dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu, seperti kewajiban shalat, berpuasa, berzakat, beramal shaleh, menjauhi hal-hal yang dilarang dan tercela. Tentunya hal ini menjadi sebuah perkara yang berat bagi makhluk yang memiliki hawa nafsu seperti manusia. Sehingga mereka yang lebih memilih untuk menuruti hawa nafsunya, adalah golongan orang yang merugi sebab ia telah memilih untuk meninggalkan surga.

Hal inilah yang menjadi rahasia dibalik penciptaan surga dan neraka. Dimana pada awalnya surga merupakan sebuah tempat dengan segala keindahan dan kenikmatan, namun dipenuhi dengan segala kewajiban yang dibenci oleh hawa nafsu sebagai syarat masuk bagi calon penghuninya.

Sementara neraka dipenuhi dengan perkara-perkara yang disenangi oleh hawa nafsu. Sehingga sekalipun di dalamnya terdapat siksaan dan azab yang pedih, namun hal tersebut diabaikan oleh para calon penghuninya.

Maka dari itu, dalam surah Ali Imran ayat 133 Allah SWT berfirman bahwa, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Kemudian dalam surah Ali Imran ayat 131, Allah SWT juga berfirman bahwa, “Dan peliharalah dirimu dari api neraka yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.”

Sehingga dari kedua ayat ini Allah SWT menyeru kepada semua hamba-Nya untuk bersegera memohon ampunan kepada-Nya, meninggalkan hal-hal yang dilarang-Nya dan mengerjakan kewajiban sebagai seorang hamba, agar bisa menjadi penghuni surga. Selain itu, Dia juga meminta agar hamba-hamba-Nya memelihara dirinya dari api neraka, sebab sesungguhnya neraka disediakan bagi orang-orang yang kafir.

Oleh karena itu, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini marilah kita memperbanyak melakukan amalan shaleh. Jadikanlah bulan yang suci ini sebagai sebuah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah Ta’ala menerima semua amal ibadah yang telah kita lakukan dan semoga kita termasuk dalam golongan para penghuni surga.

Amin

Sumber: palingyunik.blogspot.co.id





Loading...
loading...
loading...