Polisi Cina Larang Hotel di Guangzhou Terima Tamu dari Negara Muslim




Kepolisian Cina sejak Maret lalu menginstruksikan sejumlah hotel di Guangzhou, untuk menolak tamu dari lima negara yang miliki penduduk mayoritas Muslim.

Namun Kementerian Luar Negeri Cina membantah hal tersebut, dengn mengatakan tidak pernah mendengar kebijakan semacam itu.

Sementarai itu, tiga hotel dengan biaya kamar 150 yuan (sekitar Rp 230 ribu) permalam, mengaku menerima intruksi polisi sejak awal Maret lalu untuk menolak tamu dari Pakistan, Suriah, Irak, Turki, dan Afghanistan.

“Saya belum mengetahui alasannya. Kami hanya diperintahkan tidak boleh menerima tamu tersebut,” kata pekerja hotel lewat telepon, lansir Antara, Sabtu (27/8/2016).

Instruksi tersebut nampaknya hanya berlaku untuk hotel murah. Kelima negara tersebut mengalami banyak serangan teroris dalam beberapa tahun belakangan, bahkan Suriah, Irak, dan Afghanistan tengah dilanda perang.

Koran South China Post di Hong Kong pada Jumat mengatakan, perintah tersebut adalah pengamanan terhadap acara, yang akan diadakan di Guangzhou pada pekan ini, berikut Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hangzhou, walaupun kedua kota itu terpisah seribu kilometer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang mengaku tak mengetahui perintah semacam itu diberlakukan di Guangzhou.

“Saya tak pernah mendengar kebijakan itu diterapkan di Cina. Sejauh ini, Cina mendorong rakyatnya agar berhubungan baik dengan warga negara lain. Kami pun berupaya membuat kebijakan yang memungkinkan hal itu terwujud,” kata Lu.

Selain hotel murah, ternyata dua hotel papan atas di Guangzhou mengaku mendapat perintah yang sama. Guangzhou adalah ibu kota Provinsi Guangdong, rumah bagi sejumlah warga asing, yang sebagian besarnya merupakan pedagang dari Afrika.

Sumber: islampos.com