Pantas Saja Xiaomi Harganya Murah Meriah, Ternyata Cuma Sebegini Keuntungan Penjualannya

by

Xiaomi menjadi salah satu ponsel dengan penjualanyang bisa dikatakan laku keras di pasar tanah air. Pasalnya, produknya selalu laris terjual hanya dalam hitungan menit.

Contohnya pada saat Flash Sale, tercatat Xiaomi Redmi 5A di Lazada, smartphone ini habis terjual hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.

Hal ini membuktikan ponsel ini cukup diminati di Indonesia, hal ini juga tak lepas dari harganya yang murah dan spesifikasinya yang terbilang sangat baik dari harga yang ditawarkannya, dan hal ini juga diakui sendiri oleh pihaknya

Xiaomi bakal terus memegang prinsip sebagai vendor smartphoneberspesifikasi tinggi dengan harga terjangkau.

Setidaknya begitu yang diindikasikan CEO Xiaomi, Lei Jun, di sela-sela peluncuran Mi 6X, Rabu (25/4) kemarin, di Wuhan University, China.

Lei Jun berjanji semua produk Xiaomi hanya akan meraup profit maksimal lima persen dari harga penjualan.

Produk yang dimaksud mencakup smartphone, perangkat Internet of Things (IoT), serta perangkat gaya hidup semacam wearable.

Perlu dicatat, profit lima persen itu benar-benar bersih, di luar pajak dan biaya operasional lainnya.

Kendati demikian, angka lima persen terbilang sangat kecil untuk keuntungan penjualan perangkat elektronik.

Lei Jun cukup berani melontarkan janji tersebut, mengingat persaingan industri semakin ketat.

Untuk bertahan, para vendor harus menyusun strategi apik agar mampu menghimpun massa sembari mengambil untung yang besar.

Salah satu caranya, pabrikan smartphone berlomba-lomba masuk ke pasar low-end untuk merangsang daya beli masyarakat.

Akan tetapi, mereka juga tak tanggung-tanggung mematok harga mahal untuk produk flagship demi meraup untung sebesar-besarnya.

Dari beberapa pengoprekan yang dilakukan netizen secara mandiri, ditemukan harga produksi perangkat flagship yang terpaut sangat murah dibandingkan harga jualnya.

Misalnya saja Samsung Galaxy S9+ yang harga produksinya ditaksir sekitar Rp 5,2 jutaan dan dijual sekitar Rp 12 jutaan. Profitnya berkisar 56 persen, meski belum bisa dibilang profit bersih.

Sementara itu, biaya produksi iPhone 8 diperkirakan hanya Rp 3,4 juta dan dijual mulai Rp 10,7 juta. Keuntungannya bahkan mencapai 68 persen, meski belum bersih.

Sumber: intisari.grid.id

Loading...
loading...
loading...