Niat Puasa Tarwiyah Sambut Hari Raya Idul Adha




Kali ini kita telah memasuki bulan Dzulhijjah. Ini adalah salah satu bulan paling bersejarah bagi umat muslim di seluruh dunia. Di bulan haji ini kita juga dianjurkan untuk menjalankan ibadah, salah satunya yakni dengan menjalankan puasa sunah Tarwiyah.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Pada tahun 2017, tanggal 8 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu tanggal 30 September 2017.

Puasa Tarwiyh sendiri merupakan salah satu puasa yang sangat dianjurkan agar kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh para jemaah haji.

Adapun khasiat dan keutamaan dari puasa sunah ini adalah dapat menghapus dosa kita selama setahun belakangan dan setahun kedepan.

Setelah menjalankan ibadah sunah di bulan Dzulhijjah berupa puasa, selanjutnya kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan denan para jemaah haji melakukan Wukuf di Padang Arafah.

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanh suci. Adapun teknis pelaksanaanya mirip dengan puasa lainnya seperti Puasa Ramadhan, Puasa Sya’ban maupun Puasa Rajab.

Nah, bagi Anda yang belum tahu atau mungkin lupa bagaimana niat puasa Tarwiyah, berikut ini adalah lafadz bahasa Arab, latin serta terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan Anda saat mengucapkan niat di dalam hati.

Niat Puasa Tarwiyah:

niat puasa tarwiyah

“Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala”

Puasa ini sangat dianjurkan lantaran hari-hari pasa sepersepuluh bulan Dzulhijjan adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.”.

Kemudian para sahabat bertanya: Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah:

“Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid).” (HR Bukhari)

Maka dari itu, di sepuluh hari bulan Dzulhijjah kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa, perbanyak takbir, tahlil, tahmid, beramal shalih, bertaubat dari dosa dan maksiat, berqurban bagi yang mampu, tidak memotong rambut dan kuku bagi yang berkurban, shalat Ied, haji dan umrah bagi yang mampu.

Itu tadi sedikit pembahasan tentang puasa tarwiyah dan niat puasa tarwiyah, semoga bermanfaat.

Sumber: indowarta.com





Loading...
loading...
loading...