Nama-nama Lain Kota Istanbul Dalam Sejarah




Istanbul, kota yang terletak di dua benua yaitu benua Asia dan Eropa memiliki tingkat akulturasi budaya yang tinggi. Kota ini juga secara bergiliran dikuasai oleh beberapa bangsa karena letaknya yang sangat strategis.

Saat ini Kota Istanbul merupakan bagian dari Negara Turki yang terletak di benua Eropa (wilayah Negara Turki yang lain terletak di benua Asia. Kota ini dibatasi oleh Laut Hitam, Selat Bosporus, dan Laut Aegea dan dari darat berbatasan langsung dengan Negara Bulgaria dan Makedonia.

Pada buku sejarah yang berjudul Istanbul: Kota Kekaisaran yang ditulis oleh John Freely, ditulis bahwa Istanbul dulunya bernama Byzantium dan Konstantinopel. Penguasa Istanbul pun berganti-ganti, awalnya dikuasai Yunani, Persia, Romawi, dan yang terakhir dikuasai oleh Turki Usmani.

Byzantium
Kota Byzantium diperintah oleh 2 pemerintahan yang berbeda, pertama bangsa Yunani dan bangsa Persia sekitar tahun 658 SM – 196 M yang kemudian jatuh ke tangan Romawi pada tahun 196 M – 330 M.

Byzantium awalnya dihuni oleh bangsa Sparta (bangsa Yunani) yang berupa polis (Negara) dengan sistem pemerintahan demokratis (meski kadang dikendalikan oleh oligarki).

Masyarakat Byzantium juga memiliki Majelis Dewan dan Rakyat. Kota yang terletak dipinggir selat Bosborus ini menjadi pusat perdagangan. Masyarakat  Byzantium lama kelamaan memiliki tradisi suka minum-minuman keras sehingga menyebabkan kota ini dengan mudah direbut oleh bangsa Persia pada tahun 546 SM.

Konstantinopel
Kota Byzantium jatuh ke tangan Romawi oleh Konstantius, salah satu dari 4 kaisar Romawi. Tahun 311 M, Konstantius membunuh salah satu kaisar Romawi dan memplokamirkan dirinya menjadi kaisar tunggal Romawi.

Sang kaisar lalu memindahkan ibukota kekaisaran Romawi ke Byzantium dan mengubah namanya menjadi Konstantinopel, sejak saat itu kota Byzantium disebut Konstantinopel, walaupun banyak masyarakat disana yang masih sering menyebut diri mereka sebagai orang Byzantium.

Kaisar Romawi yang terpilih tidak selalu dari keluarga sang kaisar sebelumnya, tetapi banyak diantara mereka yang ditunjuk langsung oleh para prajurit Romawi untuk menjadi pemimpin.

Tetapi tidak sedikit pula yang secara turun menurun mewarisi tahta sang Kaisar. Beberapa dinasti yang pernah berkuasa di Romawi antara lain: dinasti dari Makedonia (dengan kaisar Basil sebagai raja pertama) dan Dinasti Komneni.

Islambul
Konstantinopel jatuh ke tangan dinasti Turki Usmani yang berhasil direbut oleh Sultan Mehmet II (yang kemudian lebih dikenal dengan Al-Fatih) pada tahun 1453 M. Sejak saat itu Sultan Mehmet II memindahkan ibukota kekaisatan Usmani ke Konstantinopel yang diganti nama menjadi Islambul.

Al-Fatih segera mengganti gereja-gereja besar di Islambul menjadi masjid seperti Gereja Aya Sophia dan membangun fasilitas-fasilitas kota seperti kompleks masjid, rumah sakit dan gedung pertemuan.

Sultan juga membagi daerah disana menjadi beberapa distrik dengan kompleks masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat disetiap distriknya. Masyarakat dari berbagai daerah dan agama hidup rukun di Islambul karena sultan sangat toleran terhadap umat beragama lain seperti Kristen dan Yahudi.

Setelah Al Fatih meninggal, Al-Fatih digantikan oleh anaknya yang bernama Beyazit, tetapi Beyazit tidak sehebat ayahnya dalam mengurus kekaisaran, begitu juga anaknya, Selim I yang mengalami kecanduan terhadap minum-minuman keras.

Baru setelah Suleyman berkuasa pada tahun 1520, kekaisaran mengalami kejayaan. Sultan Suleyman sangat bijak walaupun naik tahta pada usia yang masih muda sehingga sultan lebih dikenal sebagai Suleyman yang Agung.

Seiring dengan kematian Suleyman, kekaisaran Usmani mulai roboh. Hal itu dimulai sejak Selim II dan penerus-penerusnya.

Mereka merupakan penguasa yang tidak efektif yang menghabiskan sebagian besar waktu di Istana Dalam di Topkapi Sarayi, atau lebih dikenal sebagai Rumah Kebahagiaan (Dar-us Saadet) sedangkan urusan keneragaan diserahkan sepenuhnya kepada para perdana mentri.

Situasi ini berlanjut sampai beberapa abad, Kekaisaran mengalami kemunduran dan banyak musuh yang berusaha menaklukkan Islambul sampai akhirnya wilayah Kekaisaran Usmani dijadikan Replubik Turki yang dipimpin oleh Kemal Ataturk pada tahun 1923.

Walaupun Istanbul tidak dijadikan ibukota Negara Turki, tetapi kota yang pernah dikuasai 2 kekaisaran besar ini masih berdiri megah sampai sekarang dan masih tetap menjadi daya tarik yang eksotik karena letak, kebudayaan, sejarah, dan ragam masyarakatnya.

Sumber: makingfootprint.wordpress.com





Loading...
loading...
loading...