Nabi Dalam Agama Islam dan Nabi Dalam Agama Kristen, Ini Perbedaannya

by

Jadi pendeta ini menjelaskan bahwa dari ke-25 nabi yang diyakini umat Muslim ia mengklaim 24 diantaranya semuanya berasal dari Bani Israel.

Dan ternyata video sebelumnya tidak membuat sebagian temen-temen kita yang non-muslim faham. Mereka malah mengotot, “ya memang itu dalam alkitab 24 Nabi dari bani Israel”.

Ada juga yang berkomentar mengatakan bahwa dalam Alkitab, Nuh, Abraham dan Ishak bahwa Israel bukan termasuk Nabi. Namun dari beberapa website yang saya baca menyebutkan mereka nabi?.

Tapi itu lagi-lagi saya tegaskan kalau itu haknya mereka, dan itu keyakinan mereka. Kita muslim harus memaklumi dan menghormati, mungkin saja keyakinan mereka seperti itu.

Dalam keyakinan mereka tidak ada daftar yang disepakati untuk nama-nama Nabinya, berbeda dengan agama kita yang kita diajarkan dan menghafal malah ke-25 Nabi dan Rasul sejak masih TK dan SD.

Nah, melihat beberapa hal ini ternyata temen-temen. Konsep Nabi dalam agama Kristen atau Nabi dalam Alkitab berbeda dengan konsep Nabi dalam Islam. Artinya, ada tokoh yang bagi kita Muslim adalah Nabi dan bagi mereka bukan Nabi.

Nabi dalam Alkitab rata-rata berasal dari Bani Israil. Dari Nabi yang disebut dengan Nabi Awal hingga Nabi Kemudian, dan dari Nabi-Nabi besar hingga Nabi-Nabi kecil kaum Yahudi. Baik dari perjanjian lama hingga perjanjian baru.

Pertanyaannya adalah; kenapa Nabi dalam Taurat atau perjanjian lama berbeda dengan Nabi dalam Al-Quran?

Maksudnya, kenapa Taurat dan perjanjian lama hanya mengakui tokoh dari kalangan bani Israil saja sebagai Nabi dan kenapa Al-Quran mengakui Nabi dari bangsa Arab, Suryani dan Israil, tidak hanya Israil saja seperti Taurat?

Sebenarnya jawabannya sangat mudah dan sederhana. Kita meyaini bahwa Taurat itu diturunkan hanya untuk Bani Israel saja seperti yang disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 44.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.”

Begitu pula firman Allah dalam surat Al-Isra ayat ke-2 yang artinya,

“Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,”

Sedangkan Al-Quran diturunkan untuk semua bangsa sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Araf ayat 158 dan Saba ayat 28.

Sebelum syariat Al-Quran, Nabi-nabi itu hanya diutus untuk kaumnya, begitu pula dengan kitab-kitabnya.

Artinya hukum-hukum dalam Taurat itu hanya berlaku kepada umat Bani Israel dan tidak berlaku kepada umat lain. Itu karena umat yang lain ada Nabi dan kitabnya sendiri.

Nah, karena Taurat itu diturunkan kepada bani Israel dan kaum bani Israel ada nabinya tersendiri. Oleh karenanya tokoh-tokoh selain dari Bani Israel bukan merupakan nabi bagi mereka.

Itu karena mereka yang Bani Israel memiliki nabi tersendiri yang diutus kepada mereka, beserta hukum, kitab dan aturan agamanya.

Bagi umat lain berbeda lagi baik nabi, kitab dan hukum agamanya. Dan kaum lain juga tidak mengaggap tokoh-tokoh bani Israel sebagai nabi, karena mereka ada nabinya tersendiri.

Lalu kenapa Islam mengakui nabi-nabi dari berbagai bangsa? yang pertama sebagaimana yang sudah saya jelaskan di video dan postingan sebelumnya bahwa nabi itu banyak dan sangat banyak.

Sebelum syariat Al-Quran nabi itu diutus untuk kaumnya sendiri. Artinya ketika itu sebelum era-Muhammad, bangsa dan kaum itu punya nabi, kitab dan hukum agama masing-masing.

Ketika Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi maka yang sebelumnya umat agama Allah di kelompokan berdasarkan kaum-kaumnya, setelah kerasulan Muhammad disatukan dalam yang namanya syariat Islam.

Itu karena Nabi Muhammad diutus untuk semua bangsa, yakni yang dulunya kaum Suryani punya nabi sendiri, kaum Bani Israel punya nabinya tersendiri saat kerasulan Nabi Muhammad itu semua melebur menjadi satu dibawah syariat agama Islam namanya.

Maka itu Al-Quran juga mengakui nabi-nabi dari kaum Suryani seperti Idris, Syis, Nuh, ataupun nabinya kaum Kaldea seperti nabi Ibrahim dan lain sebagainya.

Nah itu semua karena Islam adalah agama universal, tidak lagi seperti era sebelum Islam yang mana umat beragama diklasifikasi menurut kaumnya sendiri.

Hanyasaja begini, kita yang muslim juga harus menghargai keyakinan umat Kristen maupun Yahudi yang mungkin secara konsep nabinya berbeda dengan kita. Dan begitupula untuk kaum Nasrani agar dapat memaklumi keyakinan ajaran Islam yang kami anut.

Video dan postingan ini saya buat supaya kita umat beragama saling memahami bahwa ada konsep yang berbeda antara satu agama dengan agama yang lain, termasuk dalam hal ini.

Supaya apa lagi? supaya nanti mungkin ketika kalian hang out bareng temen-temen yang berbeda agama ketika ngobrol atau diskusi bisa nyambung gitu.

Sehingga kita bisa saling memahami dan bertoleransi. Sehingga kita antar umat beragama bisa saling toleransi dan hidup dalam dalam keharmonisan keberagaman.

Sumber: zulfanafdhilla.com

Loading...
loading...
loading...