Melebihi Nabi Musa dan Isa, Ini Mukjizat Rasulullah yang Menakjubkan




Jika membahas mukjizat Rasulullah, maka Al-Qur’an selalu menjadi topik utama. Memang kitabullah menjadi mukjizat terbesar Rasulullah dan yang teragung dibanding semua mukjizat yang pernah ada sepanjang masa.

Bagaimana tidak? Kandungan Al-Qur’an begitu mulia dengan bahasa yang sangat tinggi hingga tak akan mampu seorang pun di dunia ini yang dapat membuatnya apalagi menandinginya.

Namun selain Al-Quran, sebetulnya Rasulullah memiliki banyak sekali mukjizat yang juga menakjubkan. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan dan jumlah itu tak termasuk mukjizat yang ada di dalam Al-Qur’an.

Di antara sekian banyak mukjizat tersebut, ada dua mukjizat Rasulullah yang mirip dengan mukjizat nabi sebelumnya, yakni Nabi Musa dan Isa ‘Alaihissalam. Mukjizat Rasulullah bahkan lebih menakjubkan lagi.

1. Nabi Isa dan Menyembuhkan Penyakit
Terekam dalam sejarah mengenai mukjizat Nabi Isa yang mampu menyembuhkan seorang yang buta hingga dapat melihat kembali.

Mukjizat ini terulang pada Nabi kita Muhammad Shallallahu‘alaihi wa sallam. Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah menyembuhkan mata Qatadhah yang tertusuk busur saat perang.

Peristiwa menakjubkan itu terjadi saat Perang Uhud. Kala itu sebelah mata Qatadah dalam kondisi yang mengenaskan karena tertancap mata panah saat berusaha melindungi Rasulullah.

Bola mata Qatadah keluar dari tempatnya, darah bercucuran di mana-mana, urat-uratnya keluar, sang sahabat merasa sakit yang tak terkira.

Melihat kondisi Qatadah, hampir saja keluarganya memutus urat mata Qatadah karena tak tega melihatnya. Mereka putus asa karena kondisi mata itu mustahil disembuhkan meski oleh dokter paling berbakat sekalipun.

Hingga kemudian Rasulullah mendengar kabar itu dan melihat kondisi Qatadah. Betapa teruka hati Rasulullah melihat kondisi salah satu sahabat yang terluka mengenaskan. Beliau berduka dan menitikkan air mata.

Rasulullah pun kemudian berdoa kepada Allah agar mengembalikan penglihatan Qatadah. “Ya Allah, peliharalah mata Qatadah sebagaimana dia telah memelihara wajah nabinya dengan wajahnya. Jadikanlah kedua matanya lebih baik dan lebih elok serta tajam penglihatannya.”

Rasulullah kemudian memasukkan bola mata Qatadah dengan tangan beliau. Ajaib! Seketika, bola mata itu kembali ke tempatnya dan tak nampak bekas lukanya sedikitpun. Qatadah pun dapat kembali melihat dengan kedua matanya.

Kisah mukjizat Rasulullah ini dikisahkan sendiri oleh Qatadah dalam beberapa hadits yang diriwayatkan Abu Ya’la dari Umar bin Qatadah, serta hadits lain riwayat Muhammad bin Sa’ad dari Zaid bin Aslam. Wallau a’lam.

2. Nabi Musa dan Mata Air yang Mengalir
Dalam sejarah para nabi, Nabi Musa memiliki keunggulan dalam banyaknya mukjizat yang beliau ‘Alaihissalam terima dari Allah.

Salah satu mukjizat Nabi Musa yakni keluarnya mata air dari batu yang beliau pukul dengan tongkatnya. Mata air itu kemudian mengalir menjadi 12 cabang sesuai jumlah kabilah Bani Israil, umat Nabi Musa.

Kisah Nabi Musa ini bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an. “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu.” Lalu memancarlah darinya dua belas mata air. Sungguh, tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (QS. Al-Baqarah : 60).

Tak hanya Nabi Musa, Rasulullah pun pernah dianugerahi mukjizat yang serupa. Beliau pernah sekali waktu memancarkan mata air yang mampu memenuhi kebutuhan air ribuan sahabat saat perang. Peristiwa ini dikabarkan dalam hadits Jabir bin Abdillah.

Jabir mengisahkan bahwa saat Perang Hudaibiyyah, para sahabat tertimpa kehausan yang teramat sangat. Mereka pun kemudian menemui Rasulullah dengan wajah yang memelas karena tak mendapati air untuk minum maupun berwudhu. Saat itu Rasulullah tengah berwudhu dengan air yang ada dalam sebuah bejana.

Rasulullah kemudian bertanya, “Ada apa dengan kalian?”

Seseorang menjawab, “Wahai Rasulullah, Kami tidak memiliki air untuk berwudhu, tidak pula untuk minum selain air yang ada di hadapan engkau.”

Rasulullah kemudian meletakkan tangan beliau ke dalam bejana di hadapannya. Lalu tiba-tiba dari sela jemari Rasulullah, memancarlah air yang sangat deras. Air itu keluar laksana mata air yang jernih.

Maka para sahabat pun meminum dan berwudhu dengan air itu. Saat Jabir ditanya berapa jumlah sahabat yang hadir saat itu. Ia Radhiyallahu ‘anhu menjawab,

“Seandainya jumlah kami seratus ribu, niscaya air itu akan mencukupi kami. Ketika itu jumlah kami seribu lima ratus orang.” (HR. al-Bukhari)





Loading...