Masa Depan Pendidikan Anak-Cucu Ada di Tangan Ibu




Kita sudah sangat familiar dengan ungkapan yang berbunyi al-um madrasah al-ula (Ibu adalah lembaga pendidikan yang utama [untuk anak-anaknya]). Ada spirit besar dalam perkataan mutiara ini.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis melangkah ke taman pernikahan akan tetapi tidak pernah mengenyam pendidikan, terlebih ilmu agama.

Sebab ilmu agama adalah pondasi setiap tindakan hidup di dunia. Jika rusak agamanya, maka rusaklah kehidupannya.

Akan tetapi, bukan berarti laki-laki tidak diharuskan untuk mengenyam pendidikan agama. Keharusan yang penulis maksud di sini adalah mengingat realita yang ada di masyarakat bahwa anak-anak menghabiskan banyak waktunya bersama ibunya, sedangkan sang ayah mencari nafkah. (inilah kesetaraan gender dan keadilan dalam kehidupan berumah-tangga).

Kita melihat keadaan generasi pemudi saat ini yang banyak ‘bergelimang’ dengan foya-foya. Berjilbabkan facebook. Berkalungkan BBM. Dan, bergamiskan android. Inilah pakaian dan perhiasan gadis-gadis masa kini.

Keadaan seperti ini, membuat para gadis lalai akan persiapan mengarungi lautan kehidupan berumah-tangga.

Karena, jangan sampai ketika si gadis memiliki keturunan, justru dititipkan baby sister. Sehigga, anak menjadi kekurangan belaian kasih sayang seorang Ibu.

Selain berfoya-foya dengan kemajuan teknologi seperti yang digambarkan di atas, gadis-gadis masa kini sudah sangat biasa berbuat yang kurang layak. Seperti, pergaulan bebas dan sex bebas.

Dengan seperti ini, kesiapan untuk menjadi al-um madrasah al-ula akan terlalaikan. Anak-anaknya lah yang akan memakan ‘pil pahitnya’.

Ingat-ingatlah wahai kaum Hawa !!! kehidupan di dunia yang sesungguhnya akan dimulai ketika menikah !! Maka, semasa gadis jangan hanya berleha-leha.

Persiapkan diri untuk menjadi madrasah terbaik bagi anak-keturunan mu dan masa gadis adalah sebaik-sebaik waktu untuk mempersiapkannya. Karena, Keturunan hebat akan lahir dari pengasuhan seorang ibu yang juga hebat.

Untuk para lelaki, bina dan bimbinglah isteri-isteri mu agar menjadi madrasah yang terbaik untuk anak-anakmu. Kasihi dan manjakan isterimu agar selalu terpancar kelembutan dari sikapnya.

Jangan sekali-kali membentaknya. Karena hati wanita sangat rapuh, serapuh ilalang kering di sabana saat musim kemarau. Namun, hatinya sangat tegar, setegar karang di tengah badai.

Berusahalah untuk selalu mengerti perasaanya. Karena, wanita adalah makhluk Tuhan yang terlahir dengan berjuta ‘misteri’ dan selalu menuntut laki-laki untuk memahaminya.

Semoga Allah membimbing kita semua menuju jalan dan ridho-Nya.

Sumber: fahrimedia.com